Korban jiwa di Gaza terus meningkat secara signifikan. Internationalmedia.co.id melaporkan bahwa data terbaru dari kantor HAM PBB menunjukkan angka kematian warga Palestina telah mencapai 1.760 jiwa. Angka ini merupakan lonjakan drastis dari data sebelumnya yang dirilis awal Agustus lalu. Korban jiwa tersebut, menurut PBB, sebagian besar terjadi saat warga Palestina berupaya mendapatkan bantuan kemanusiaan sejak akhir Mei 2025.
PBB mencatat bahwa 994 kematian terjadi di sekitar lokasi penyaluran bantuan Yayasan Kemanusiaan Gaza (GHF), sementara 766 kematian lainnya terjadi di sepanjang jalur konvoi bantuan. PBB sendiri menolak berkoordinasi dengan GHF, yang didukung AS dan Israel, karena meragukan netralitas organisasi tersebut. Organisasi internasional ini menyalahkan militer Israel sebagai pihak yang bertanggung jawab atas sebagian besar kematian tersebut.

Pernyataan militer Israel menyebutkan bahwa operasi mereka difokuskan pada "penghancuran kemampuan militer Hamas" dan telah mengambil tindakan pencegahan untuk meminimalisir korban sipil. Namun, data Kementerian Kesehatan Gaza menunjukkan angka kematian yang jauh lebih tinggi, mencapai setidaknya 61.827 jiwa sejak perang dimulai Oktober 2023.
Verifikasi independen atas angka korban dan detail kejadian masih sulit dilakukan mengingat pembatasan media dan akses yang terbatas di Jalur Gaza. Laporan ini berdasarkan data yang diterima dari berbagai sumber, termasuk PBB dan Kementerian Kesehatan Gaza, serta pernyataan resmi militer Israel. Perbedaan angka korban dari berbagai sumber tersebut menjadi tantangan tersendiri dalam upaya memperoleh gambaran akurat situasi di lapangan.

