Internationalmedia.co.id – Hannibal Kadhafi, putra mendiang pemimpin Libya Moamer Kadhafi, akhirnya dibebaskan oleh otoritas Lebanon setelah mendekam di penjara selama hampir satu dekade. Pembebasan ini dilakukan dengan jaminan yang nilainya cukup fantastis.
Laurent Bayon, pengacara Kadhafi, mengonfirmasi pembebasan kliennya beberapa jam setelah uang jaminan sebesar US$900.000 (sekitar Rp 14 miliar) dibayarkan. Pria berusia 49 tahun itu dituduh menyembunyikan informasi terkait hilangnya ulama Syiah Lebanon, Mussa Sadr, di Libya pada tahun 1978. Ironisnya, saat kejadian itu, Hannibal baru berusia dua tahun. Meski demikian, ia tidak pernah diadili atas tuduhan tersebut.

"Uang jaminan telah dibayarkan pagi ini. Hannibal Kadhafi akhirnya akan bebas. Ini adalah akhir dari mimpi buruk baginya yang berlangsung selama 10 tahun," ujar Bayon kepada AFP, seperti dikutip Internationalmedia.co.id.
Sebelumnya, seorang hakim sempat memerintahkan pembebasan Hannibal dengan jaminan US$11 juta, namun kemudian dikurangi menjadi US$900.000 setelah tim pembelanya mengajukan banding. Sumber pengadilan Lebanon membenarkan bahwa semua prosedur pembebasan telah diselesaikan.
Bayon menambahkan bahwa kliennya akan meninggalkan Lebanon untuk tujuan yang dirahasiakan dan memegang paspor Libya. Ia juga menyoroti bahwa penahanan sewenang-wenang selama 10 tahun yang dialami Kadhafi mencerminkan kurangnya independensi sistem peradilan Lebanon di masa lalu. Menurutnya, pembebasan ini menandai pemulihan independensi peradilan di bawah pemerintahan reformis yang baru terbentuk.
Kasus hilangnya Mussa Sadr, pendiri gerakan Amal, telah lama menjadi duri dalam hubungan Lebanon dan Libya. Sadr menghilang saat kunjungan resmi ke Libya bersama ajudan dan seorang jurnalis. Pemerintah Lebanon menyalahkan Moamer Kadhafi atas hilangnya Sadr, yang kemudian digulingkan dan dibunuh dalam pemberontakan tahun 2011.
Hannibal Kadhafi sendiri, yang menikah dengan model Lebanon Aline Skaf, sempat melarikan diri ke Suriah setelah pemberontakan Libya. Ia kemudian diculik pada Desember 2015 oleh orang-orang bersenjata dan dibawa ke Lebanon, di mana pihak berwenang membebaskannya dari para penculik dan kemudian menahannya.

