Perburuan intensif terhadap pelaku penembakan massal di Brown University, Rhode Island, Amerika Serikat, akhirnya mencapai titik terang dengan ditemukannya tersangka dalam kondisi tak bernyawa. Internationalmedia.co.id – News melaporkan, setelah berhari-hari menjadi buronan utama, pria yang dicurigai melakukan aksi brutal tersebut memilih mengakhiri hidupnya sendiri.
Tragedi berdarah itu mengguncang kampus bergengsi Brown University di Providence pada Sabtu pekan lalu. Seorang pria bersenjata senapan menerobos masuk ke dalam gedung saat para mahasiswa sedang menjalani ujian, melepaskan tembakan secara membabi buta. Dua mahasiswa tewas di tempat, sementara delapan lainnya mengalami luka-luka, dengan satu korban dilaporkan dalam kondisi kritis. Insiden mematikan ini sontak memicu ketakutan dan duka mendalam di seluruh negeri.

Pasca-kejadian, otoritas penegak hukum melancarkan perburuan besar-besaran yang berlangsung selama berhari-hari. Dengan sedikit petunjuk awal, Kepolisian Providence dan Biro Investigasi Federal (FBI) merilis foto-foto tersangka dan individu yang terlihat bersamanya, serta membuka layanan laporan bagi masyarakat yang memiliki informasi. Ketegangan menyelimuti warga saat pelaku tak kunjung tertangkap, menimbulkan kekhawatiran akan keselamatan publik.
Namun, penantian panjang itu berakhir pada Kamis lalu. Seperti dilansir internationalmedia.co.id, Kepolisian Providence mengumumkan bahwa seorang pria yang diyakini kuat sebagai tersangka penembakan di Brown University telah ditemukan meninggal dunia. Kepala Kepolisian Providence, Oscar Perez, mengonfirmasi identitas tersangka sebagai Claudio Neves-Valente.
Otoritas setempat merinci bahwa Neves-Valente adalah warga negara Portugal berusia 48 tahun yang pernah menempuh pendidikan di Brown University. "Dia mengakhiri hidupnya sendiri malam ini," tegas Perez dalam pernyataannya pada Kamis malam. Tersangka ditemukan tak bernyawa di dalam sebuah unit penyimpanan di wilayah New Hampshire, bersama dengan dua pucuk senjata api. Diyakini, Neves-Valente bertindak sendirian dalam aksi penembakan massal tersebut.
Penemuan jasad tersangka membawa sedikit kelegaan bagi warga Providence yang selama ini hidup dalam bayang-bayang ketakutan. Wali Kota Brett Smiley menyampaikan, "Malam ini, warga Providence akhirnya dapat bernapas sedikit lebih lega," saat berbicara kepada awak media setempat, mencerminkan perasaan lega kolektif setelah berhari-hari diliputi kecemasan.
Meskipun pelaku telah ditemukan, motif di balik penembakan ganda yang mengguncang dua universitas terkemuka di AS ini masih menjadi teka-teki besar. Para pejabat juga meyakini bahwa Neves-Valente bertanggung jawab atas penembakan fatal terhadap seorang pakar fisika dari Massachusetts Institute of Technology (MIT) yang terjadi secara terpisah di rumah korban di area Boston. "Penyelidikan yang dimulai di kota Providence… membawa kita pada keterkaitan tersebut," ungkap Perez, tanpa memberikan detail lebih lanjut mengenai hubungan antara kedua insiden.
Sementara itu, dua mahasiswa Brown University yang kehilangan nyawa dalam insiden tragis ini telah diidentifikasi sebagai Ella Cook, yang menjabat sebagai wakil presiden asosiasi Partai Republik di universitas tersebut, dan Muhkhammad Aziz Umurzokov, seorang mahasiswa asal Uzbekistan yang memiliki cita-cita menjadi dokter bedah saraf. Kepergian mereka meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, teman, dan seluruh komunitas kampus.
