Internationalmedia.co.id – News – Sebuah putusan mengejutkan datang dari Jerman. Pengadilan Administratif Federal di negara itu baru-baru ini mencabut larangan nasional terhadap kelompok neo-Nazi, Hammerskins. Keputusan ini diambil karena pengadilan menilai tidak ada cukup bukti yang menunjukkan bahwa kelompok tersebut merupakan organisasi berskala nasional yang terpusat. Padahal, Kementerian Dalam Negeri Jerman pada tahun 2023 telah melarang grup yang berbasis di Amerika Serikat ini, dengan alasan menyebarkan "doktrin rasial berdasarkan ideologi Nazi."
Menurut laporan internationalmedia.co.id, Pengadilan Administratif Federal menyatakan bahwa "fakta-fakta yang ada tidak membenarkan asumsi bahwa ada asosiasi nasional yang disebut ‘Hammerskins Jerman’." Meskipun kelompok ini memiliki elemen-elemen regional yang jelas, pengadilan menemukan kurangnya bukti konklusif mengenai "kontrol pusat cabang regional oleh badan nasional tingkat yang lebih tinggi." Namun, putusan ini tidak menutup kemungkinan pelarangan Hammerskins di tingkat negara bagian (federal) masih dapat dilakukan.

Larangan yang dikeluarkan pada September 2023 itu disertai dengan serangkaian penggerebekan di rumah-rumah 28 anggota kelompok di berbagai wilayah. Dalam operasi tersebut, petugas menyita senjata, uang tunai, dan menemukan "sejumlah besar" perlengkapan ekstremis sayap kanan, termasuk salinan buku Adolf Hitler "Mein Kampf" dan bendera bergambar swastika. Hammerskins sendiri muncul dari "Hammerskins Nation" yang didirikan di Amerika Serikat pada tahun 1988 dan dikenal luas karena konser musik supremasi kulit putihnya.
Kementerian Dalam Negeri memperkirakan keanggotaan kelompok ini di Jerman sekitar 130 orang dan menyebutnya memainkan peran "penting" dalam kancah ekstremis sayap kanan Eropa. Menanggapi putusan terbaru, seorang juru bicara Kementerian menyatakan pada Jumat (19/12) bahwa mereka akan mempelajari lebih lanjut keputusan pengadilan. Namun, ia menegaskan bahwa putusan tersebut "tidak akan mengubah upaya jelas kami untuk melarang organisasi ekstremis sayap kanan, yang akan kami lanjutkan."
Ini bukan kali pertama Pengadilan Administratif Jerman membatalkan larangan terhadap entitas sayap kanan. Awal tahun ini, pengadilan yang sama juga mencabut larangan terhadap majalah sayap kanan Compact. Saat itu, pengadilan beralasan bahwa meskipun majalah tersebut telah menerbitkan beberapa materi "anti-konstitusional," syarat untuk pelarangan secara menyeluruh belum terpenuhi. Keputusan terbaru ini kembali menimbulkan pertanyaan tentang batas-batas hukum dalam menindak kelompok ekstremis di Jerman.
