Internationalmedia.co.id – Ketegangan di Tepi Barat kembali memuncak setelah dua remaja Palestina dilaporkan tewas ditembak oleh tentara Israel dalam sebuah insiden yang terjadi baru-baru ini. Militer Israel mengklaim bahwa kedua korban adalah "teroris" yang melakukan pelemparan bom molotov, namun klaim ini dibantah oleh pihak Palestina.
Kementerian Kesehatan Palestina yang berbasis di Ramallah, Tepi Barat, mengumumkan bahwa kedua remaja berusia 16 tahun tersebut, diidentifikasi sebagai Mohammed Abdullah Mohammed Ateem dan Muhammad Rashad Fadl Qasim, tewas pada Jumat (7/11) waktu setempat akibat tembakan dari pasukan Israel. Jenazah kedua remaja tersebut hingga kini masih ditahan oleh pihak militer Israel.

Menurut pernyataan militer Israel, pasukan mereka telah "menghabisi" dua orang yang melemparkan bom molotov di area Judeira pada Kamis (6/11) malam. Mereka juga merilis video pengawas yang menunjukkan dua orang melemparkan benda terbakar ke arah tembok yang memisahkan area dekat Judeira dari jalan yang digunakan oleh warga Israel.
Ayah dari salah satu remaja yang tewas, Mohammed, mengatakan kepada AFP bahwa keluarganya kehilangan kontak dengan kedua remaja tersebut setelah pasukan Israel memasuki kota Judeira. Mereka baru mengetahui kabar kematian anak-anak mereka pada Jumat pagi.
Insiden ini menambah daftar panjang kekerasan di Tepi Barat yang meningkat sejak perang Gaza pecah pada Oktober 2023. Data dari Kementerian Kesehatan Palestina mencatat bahwa setidaknya 1.001 warga Palestina, termasuk militan, telah tewas di Tepi Barat oleh tentara atau pemukim Israel sejak dimulainya perang Gaza. Sementara itu, sedikitnya 43 warga Israel, termasuk tentara, tewas dalam serangan yang dilakukan oleh warga Palestina di wilayah yang sama.
