Internationalmedia.co.id – Filipina dilanda musibah dahsyat. Presiden Ferdinand Marcos Jr. secara resmi mengumumkan keadaan darurat nasional setelah Topan Kalmaegi menerjang dengan kekuatan mematikan. Keputusan ini diambil menyusul laporan tragis yang menyebutkan ratusan jiwa melayang dan kerusakan parah melanda berbagai wilayah.
Data terbaru dari otoritas Manila mengungkap fakta mencengangkan: sedikitnya 114 orang tewas dan 127 lainnya hilang akibat amukan topan yang juga dikenal dengan nama lokal Topan Tino. Gelombang banjir dan tanah longsor yang dipicu Kalmaegi telah meluluhlantakkan permukiman dan infrastruktur.

Menurut keterangan dari kantor kepresidenan, penetapan status darurat ini bertujuan untuk mempercepat proses penyelamatan, penyaluran bantuan, dan rehabilitasi. Dengan status ini, akses terhadap dana darurat akan lebih mudah dan proses pengadaan barang kebutuhan mendesak dapat dilakukan lebih efisien.
"Mengingat luasnya dampak yang ditimbulkan Topan Tino dan ancaman Topan Uwan yang akan datang, dewan telah mengusulkan dan saya setujui, untuk menetapkan status bencana nasional," ujar Marcos Jr. dalam pengumumannya. Ia menambahkan bahwa diperkirakan 10 hingga 12 wilayah akan terdampak topan tersebut.
Juru bicara Kantor Pertahanan Sipil, Diego Mariano, melaporkan bahwa 82 orang mengalami luka-luka di Visayas Tengah, wilayah yang paling parah terkena dampak. Topan Kalmaegi telah merobek atap rumah, menumbangkan pohon dan tiang listrik, serta menyebabkan banjir besar yang melumpuhkan aktivitas warga.
Meskipun Topan Kalmaegi telah meninggalkan Filipina pada Kamis (6/11) pagi, badan meteorologi Filipina memperingatkan bahwa hujan masih akan mengguyur beberapa wilayah Luzon dan Mindanao. Lebih dari 500.000 orang terpaksa mengungsi, dan lebih dari 1,4 juta orang lainnya terkena dampak topan di wilayah Visayas Tengah, termasuk sebagian Provinsi Cebu.
Banjir besar dan tanah longsor telah memutus akses jalan di daerah-daerah terpencil, dan beberapa kota mengalami pemadaman listrik. Topan Kalmaegi menghantam dua daratan sekaligus di wilayah Visayas pada Selasa (4/11) pagi, pertama di Leyte Selatan dan kemudian di Cebu. Internationalmedia.co.id melaporkan bahwa topan ini diperkirakan akan menguat kembali di Laut China Selatan sebelum bergerak menuju Vietnam.
