Internationalmedia.co.id – Haiti dilanda duka mendalam setelah banjir bandang yang dipicu oleh Badai Melissa menerjang wilayah selatan negara tersebut. Sedikitnya 20 orang dilaporkan tewas dan 10 lainnya masih hilang, memicu operasi pencarian besar-besaran oleh petugas tanggap darurat.
Menurut laporan AFP, Emmanuel Pierre, kepala badan pertahanan sipil Haiti, mengungkapkan bahwa sepuluh anak termasuk di antara para korban yang meregang nyawa akibat luapan Sungai Digue. Banjir dahsyat ini menghancurkan sejumlah rumah di kota pesisir Petit-Goave, meninggalkan warga dalam kepanikan dan kesedihan.

"Banyak orang tewas, rumah-rumah tersapu air," ungkap Steeve Louissaint, seorang warga Petit-Goave, menggambarkan kengerian yang terjadi. Video amatir yang beredar menunjukkan warga berupaya mencari anggota keluarga mereka di tengah puing-puing bangunan yang hancur. Salah satu adegan paling memilukan adalah seorang ayah yang menangis histeris saat menemukan jasad putrinya di bawah reruntuhan.
Badai Melissa, yang sempat menjadi badai terkuat dalam 90 tahun terakhir, tidak hanya menghantam Haiti. Jamaika dan Kuba juga merasakan dampak kerusakan yang signifikan. Presiden Kuba melaporkan bahwa badai tersebut menyebabkan kerusakan yang cukup parah di negaranya.
Meskipun statusnya telah diturunkan menjadi kategori 2, Badai Melissa masih menimbulkan ancaman. Peringatan badai telah dikeluarkan untuk beberapa wilayah di Bahama dan Bermuda, mengantisipasi potensi dampak lanjutan dari badai tersebut.
