Internationalmedia.co.id – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kembali membuat pernyataan kontroversial yang mengguncang dunia. Ia mengisyaratkan bahwa AS akan segera melanjutkan uji coba nuklir jika negara lain melakukan hal serupa. Ancaman ini memicu kecaman keras dari berbagai pihak, mengingat dampaknya yang mengerikan bagi kemanusiaan dan lingkungan.
Trump menegaskan bahwa AS akan melakukan serangkaian uji coba jika negara lain juga melakukannya. Pernyataan ini dilontarkan tanpa memberikan rincian lebih lanjut mengenai jenis nuklir yang akan diuji coba atau negara mana yang menjadi acuannya.

Sebelumnya, saat berada di Korea Selatan, Trump secara mengejutkan mengumumkan telah memerintahkan Pentagon untuk segera memulai kembali uji coba senjata nuklir, yang merupakan pertama kalinya setelah moratorium selama 33 tahun.
Langkah ini diambil setelah Rusia dikabarkan melakukan uji coba rudal Burevestnik berkemampuan nuklir dan drone Poseidon bertenaga nuklir. Trump bahkan secara terbuka menyinggung program nuklir Rusia dan China sebagai pembenaran atas keputusannya.
Pengumuman Trump ini langsung menuai reaksi keras. Kelompok penyintas bom atom Jepang, Nihon Hidankyo, mengecam perintah tersebut sebagai "sama sekali tidak dapat diterima" dan menyampaikan protes keras kepada Kedutaan Besar AS di Tokyo.
China mengingatkan AS untuk "secara sungguh-sungguh mematuhi" larangan uji coba nuklir global. Sementara itu, Rusia memberikan komentar lebih hati-hati, menyatakan bahwa mereka tidak melakukan uji coba semacam itu, tetapi akan mengikutinya jika Washington melakukannya. Iran juga mengkritik langkah tersebut sebagai tindakan "regresif dan tidak bertanggung jawab". Dunia kini menanti dengan cemas, berharap eskalasi nuklir dapat dihindari.
