Internationalmedia.co.id – Perintah mengejutkan dari Presiden Donald Trump untuk memulai kembali uji coba nuklir Amerika Serikat memicu berbagai reaksi. Wakil Presiden AS, JD Vance, angkat bicara untuk memberikan penjelasan terkait keputusan kontroversial tersebut. Vance menegaskan bahwa uji coba ini krusial demi menjaga keamanan nasional Negeri Paman Sam.
Menurut Vance, uji coba senjata nuklir diperlukan untuk memastikan bahwa persenjataan nuklir AS benar-benar berfungsi optimal. "Merupakan bagian penting dari keamanan nasional Amerika untuk memastikan bahwa persenjataan nuklir yang kita miliki benar-benar berfungsi dengan baik, dan itu merupakan bagian dari rezim pengujian," ujarnya kepada wartawan di luar Gedung Putih, Kamis (30/10) waktu setempat. Vance menambahkan bahwa pernyataan Trump sudah cukup jelas.

Trump sendiri, saat berada di Korea Selatan (Korsel), mengumumkan perintahnya kepada Pentagon untuk segera memulai kembali uji coba senjata nuklir, yang merupakan pertama kalinya setelah moratorium selama 33 tahun. Langkah ini diambil menyusul uji coba rudal berkemampuan nuklir yang dilakukan Rusia. Trump bahkan menyinggung program nuklir Rusia dan China dalam pernyataannya melalui media sosial Truth Social. "Karena negara-negara lain sedang menguji program, saya telah menginstruksikan Departemen Perang untuk memulai uji coba senjata nuklir kita secara setara," tegasnya.
Pengumuman ini menuai kecaman dari berbagai pihak. Kelompok penyintas bom atom Jepang, Nihon Hidankyo, mengecam keras perintah Trump. China mengingatkan AS untuk mematuhi larangan uji coba nuklir global. Sementara Rusia memberikan komentar lebih hati-hati, menyatakan akan mengikuti langkah AS jika Washington benar-benar melakukannya. Iran mengkritik langkah ini sebagai tindakan "regresif dan tidak bertanggung jawab".
