Internationalmedia.co.id – Rencana Amerika Serikat (AS) untuk kembali melakukan uji coba senjata nuklir menuai kecaman keras dari Iran. Teheran menyebut langkah tersebut sebagai tindakan "regresif dan tidak bertanggung jawab" yang mengancam perdamaian dunia.
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, melalui media sosialnya menyindir bahwa AS, sebagai negara yang memiliki senjata nuklir, justru terus menerus mencela program nuklir Iran yang diklaim untuk tujuan damai. Ia menegaskan bahwa pengumuman AS tentang dimulainya kembali uji coba nuklir merupakan ancaman serius bagi keamanan internasional.

Presiden AS, Donald Trump, sebelumnya secara mengejutkan memerintahkan Pentagon untuk segera memulai kembali uji coba senjata nuklir setelah Rusia melakukan uji coba rudal berkemampuan nuklir. Trump bahkan menyinggung soal program nuklir Rusia dan China dalam pernyataannya.
Keputusan Trump ini memicu reaksi keras dari berbagai pihak. China mengingatkan AS untuk mematuhi larangan uji coba nuklir global. Sementara Rusia menyatakan akan mengikuti langkah AS jika Washington benar-benar melakukannya.
AS terakhir kali melakukan uji coba nuklir pada tahun 1992. Jika rencana ini terealisasi, maka akan menjadi uji coba nuklir pertama AS dalam 33 tahun terakhir.
