Internationalmedia.co.id – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dikabarkan telah memerintahkan Pentagon untuk segera melaksanakan uji coba senjata nuklir. Langkah ini diduga sebagai respons atas keberhasilan uji coba rudal jelajah bertenaga nuklir terbaru Rusia yang diklaim tidak tertandingi oleh negara lain.
Tindakan Trump ini seolah menjadi balasan atas pernyataan Presiden Rusia, Vladimir Putin, yang memamerkan rudal berkemampuan nuklir dengan jangkauan "tidak terbatas". Putin bahkan menyebut senjata tersebut "unik" dan tidak dimiliki oleh negara manapun. Rudal yang diklaim mampu menempuh jarak hingga 14.000 kilometer ini, menurut Putin, mampu menghindari sistem pertahanan apapun.

Trump sendiri sebelumnya sempat mengkritik uji coba rudal Rusia tersebut. Ia menyindir Putin seharusnya fokus mengakhiri perang di Ukraina, bukan malah melakukan uji coba senjata. Namun, sindiran tersebut tampaknya tidak digubris oleh Putin, yang justru kembali menguji coba pesawat nirawak bawah air bertenaga nuklir.
Menanggapi situasi ini, Trump menegaskan bahwa Amerika Serikat memiliki lebih banyak senjata nuklir dibandingkan negara lain. Ia juga menyinggung Rusia dan China yang terus mengembangkan program senjata nuklir mereka. Oleh karena itu, ia merasa tidak punya pilihan selain memerintahkan Departemen Pertahanan AS untuk memulai uji coba senjata nuklir secara setara.
"Karena negara-negara lain sedang menguji program, saya telah menginstruksikan Departemen Perang (nama baru Departemen Pertahanan-red) untuk memulai uji coba senjata nuklir kita secara setara," ujar Trump dalam pernyataannya.
Pengumuman ini muncul menjelang pertemuan Trump dengan Presiden China Xi Jinping di Korea Selatan, yang dijadwalkan untuk membahas potensi gencatan senjata dalam perang dagang kedua negara. Langkah Trump ini tentu menambah ketegangan global dan memicu kekhawatiran akan perlombaan senjata nuklir yang baru.
