Internationalmedia.co.id – Lima orang dilaporkan tewas dalam insiden penembakan brutal di sebuah arena biliar di Ekuador barat, menambah daftar panjang kekerasan yang melanda negara tersebut akibat perseteruan antar geng narkoba. Peristiwa ini menjadi sorotan tajam di tengah upaya pemerintah Ekuador untuk menekan angka kriminalitas yang terus meningkat.
Menurut laporan dari AFP, insiden mengerikan ini terjadi di Santo Domingo, sebuah kota yang berjarak sekitar 60 kilometer dari ibu kota Quito. Tiga pria bersenjata keluar dari sebuah van dan tanpa ampun memberondong arena biliar dengan tembakan. Seorang pejabat kepolisian yang berbicara kepada media lokal Alfa & Omega menggambarkan kejadian ini sebagai "perselisihan antarkelompok kejahatan terorganisir." Selain lima korban tewas, satu orang lainnya dilaporkan mengalami luka-luka serius.

Peristiwa serupa bukan kali pertama terjadi di arena biliar di Santo Domingo dalam beberapa bulan terakhir, mengindikasikan bahwa tempat hiburan ini menjadi target empuk bagi aksi kekerasan.
Ekuador, yang terletak di antara dua negara produsen kokain terbesar di dunia, Kolombia dan Peru, kini menghadapi masalah serius dengan meningkatnya aktivitas geng narkoba. Perubahan drastis ini telah mengubah Ekuador, yang dulunya dikenal sebagai negara yang damai, menjadi salah satu negara dengan tingkat pembunuhan tertinggi di Amerika Selatan, demikian menurut data dari lembaga riset InSight Crime.
Data dari Observatorium Ekuador untuk Kejahatan Terorganisir menunjukkan bahwa pada paruh pertama tahun 2025, jumlah pembunuhan melonjak hingga 47 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Peningkatan yang signifikan ini menggarisbawahi urgensi bagi pemerintah Ekuador untuk mengambil tindakan tegas dalam memerangi kejahatan terorganisir dan memulihkan keamanan negara.
