Internationalmedia.co.id – Di bawah pengawasan langsung Presiden Vladimir Putin, Rusia menggelar latihan масштабный (skala besar) kekuatan nuklir yang melibatkan darat, laut, dan udara. Aksi unjuk gigi ini bertujuan untuk menguji kesiapan tempur dan efektivitas rantai komando militer Rusia.
Latihan yang berlangsung pada Rabu (22/10) waktu setempat itu, mencakup serangkaian simulasi peluncuran rudal mematikan. Di antaranya, rudal balistik antarbenua "Yars" dari fasilitas peluncuran darat, rudal balistik "Sineva" dari kapal selam nuklir yang beroperasi di Laut Barents, serta rudal jelajah berkemampuan nuklir yang diluncurkan dari pesawat pengebom strategis.

Kremlin melalui pernyataan resminya menegaskan bahwa latihan ini dirancang untuk menguji kesiapan komando militer dan kemampuan praktis personel operasional dalam mengelola kendali pasukan. "Semua tujuan latihan telah tercapai," demikian bunyi pernyataan tersebut.
Langkah ini dilakukan di tengah meningkatnya ketegangan antara Rusia dan Barat, serta tekanan yang semakin besar terhadap Putin untuk mengakhiri invasinya di Ukraina. Rusia secara rutin menggelar latihan serupa untuk menguji kemampuan nuklirnya dan mengirimkan pesan kepada para pesaingnya bahwa mereka memiliki persenjataan nuklir terbesar di dunia.
Sebagai informasi tambahan, NATO juga telah memulai latihan nuklir tahunan mereka awal bulan ini. Latihan "Steadfast Noon" melibatkan sekitar 60 pesawat dari 13 negara, termasuk jet tempur F-35A dan pesawat pengebom B-52, dan diselenggarakan oleh Belgia dan Belanda.
