Internationalmedia.co.id – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengisyaratkan kemungkinan eskalasi konflik dengan kartel narkoba di Venezuela. Setelah gencar melakukan operasi laut untuk mencegat pengiriman narkoba, Trump kini mempertimbangkan opsi serangan darat. Langkah ini semakin mempertegas ketegangan antara AS dan Venezuela, di tengah tuduhan keterlibatan Presiden Nicolas Maduro dalam sindikat narkoba.
Trump menyatakan bahwa AS telah berhasil mengendalikan jalur laut, sehingga fokus kini beralih ke rute darat. "Kita tentu saja sedang mempertimbangkan serangan darat sekarang, karena kita telah mengendalikan laut dengan sangat baik," ujarnya kepada wartawan di Gedung Putih. Pernyataan ini muncul setelah serangkaian serangan AS terhadap kapal-kapal yang diduga menyelundupkan narkoba di lepas pantai Venezuela, yang menewaskan puluhan orang.

Serangan terbaru, yang diklaim Trump menewaskan enam tersangka pengedar narkoba, menargetkan organisasi teroris yang masuk daftar hitam AS. Namun, Trump tidak memberikan rincian lebih lanjut mengenai organisasi tersebut. Serangan ini merupakan yang kelima dalam beberapa pekan terakhir, sebagai bagian dari upaya AS untuk memerangi perdagangan narkoba di kawasan Karibia.
Peningkatan aktivitas militer AS di Karibia, termasuk pengerahan jet tempur F-35, kapal perang, dan kapal selam nuklir, telah memicu kecaman dari Presiden Maduro. Maduro menuduh AS berupaya menggulingkannya dari kekuasaan, sementara AS menuduh Maduro terlibat dalam sindikat narkoba dan kelompok kriminal. Tuduhan ini telah dibantah keras oleh Maduro.
Keputusan Trump untuk mempertimbangkan serangan darat terhadap kartel narkoba di Venezuela menimbulkan pertanyaan tentang legalitas penggunaan kekuatan mematikan di wilayah asing terhadap tersangka yang belum ditangkap atau diinterogasi. Langkah ini juga berpotensi memperburuk hubungan antara AS dan Venezuela, serta meningkatkan ketegangan di kawasan Karibia.
