Internationalmedia.co.id, Jakarta – Ketegangan kembali membayangi Gaza. Menteri Pertahanan Israel, Yoav Gallant, dengan tegas menyatakan bahwa Israel siap melanjutkan operasi militer jika Hamas tidak sepenuhnya mematuhi perjanjian gencatan senjata yang bertujuan mengakhiri konflik.
Pernyataan keras ini muncul setelah Hamas menyerahkan jenazah dua sandera yang telah meninggal dunia. Hamas mengklaim bahwa proses evakuasi jenazah lainnya dari reruntuhan di Gaza memerlukan peralatan khusus yang saat ini tidak mereka miliki. Sebelumnya, Hamas telah menyerahkan tujuh jenazah sandera yang terkonfirmasi meninggal, ditambah satu jenazah yang menurut Israel bukan merupakan sandera.

"Jika Hamas menolak untuk mematuhi perjanjian, Israel, dengan koordinasi bersama Amerika Serikat, akan melanjutkan pertempuran dan bertindak untuk mencapai kekalahan total Hamas, mengubah realitas di Gaza, dan mencapai semua tujuan perang," tegas pernyataan dari kantor Menteri Pertahanan Israel, seperti dilansir AFP.
Hamas sendiri menyatakan bahwa penyerahan dua jenazah tersebut merupakan yang terakhir untuk saat ini. Brigade Ezzedine Al-Qassam, sayap militer Hamas, menyatakan bahwa mereka telah memenuhi komitmen dengan menyerahkan semua tahanan Israel yang masih hidup dan jenazah yang dapat mereka akses.
Namun, penasihat senior Amerika Serikat mengungkapkan bahwa mereka masih meyakini Hamas berniat untuk menghormati kesepakatan tersebut. "Kami terus mendengar dari mereka bahwa mereka berniat untuk menghormati kesepakatan tersebut. Mereka ingin melihat kesepakatan tersebut tuntas dalam hal itu," ujar seorang penasihat kepada wartawan.
Penundaan pengembalian jenazah yang tersisa berpotensi meningkatkan tekanan domestik terhadap Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu untuk mengaitkan bantuan kemanusiaan dengan nasib jenazah tersebut. Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben Gvir, bahkan mengancam akan menghentikan pasokan bantuan ke Gaza jika Hamas gagal mengembalikan jenazah tentara yang masih ditahan di wilayah tersebut.
Sebagai informasi, sejak beberapa waktu lalu, berdasarkan perjanjian gencatan senjata yang diinisiasi oleh Presiden AS, Hamas telah menyerahkan sejumlah sandera yang masih hidup kepada Israel sebagai imbalan atas pembebasan sejumlah tahanan Palestina dari penjara-penjara Israel. Situasi ini masih sangat dinamis dan memerlukan perhatian serta solusi yang komprehensif untuk mencapai perdamaian yang berkelanjutan.
