Internationalmedia.co.id Otoritas Iran baru saja meresmikan stasiun kereta bawah tanah baru di Teheran yang diberi nama "Saint Mary" atau Santa Maria. Langkah ini disambut hangat dan menjadi sorotan karena menampilkan mural-mural Kristen di dekat Katedral Armenia St Sarkis, sebuah simbol penting bagi komunitas Kristen Armenia yang berjumlah sekitar 100.000 jiwa di Iran.
Peresmian stasiun ini, seperti dilansir Press TV, menjadi perbincangan hangat di media sosial. Banyak warganet yang melihatnya sebagai bentuk perlawanan terhadap citra negatif Iran yang sering digambarkan oleh media Barat.

Media Yunani, Greek City Times, bahkan menyebut stasiun "Saint Mary" atau "Maryam-e Moghaddas" ini sebagai "pengakuan publik yang langka terhadap warisan Kristen Iran". Relief dasar gereja Armenia yang mencolok juga menjadi daya tarik tersendiri di interior stasiun.
Stasiun ini terletak strategis di jalur 6, tepatnya di persimpangan Jalan Ostad Nejatollahi dan Jalan Karim Khan Zand, dekat dengan Katedral St Sarkis. Jurnalis Hala Jaber melalui media sosial X, menuturkan bahwa langkah ini melambangkan koeksistensi damai antara minoritas keagamaan di Iran.
Menurut Jaber, peresmian stasiun ini mencerminkan perlindungan konstitusional dan representasi umat Kristen, Yahudi, dan Zoroaster di Iran. Mural-mural Kristen di stasiun metro tersebut menjadi pesan toleransi dan koeksistensi yang kuat, menunjukkan komitmen Teheran untuk hidup damai.
Banyak aktivis asing yang memberikan komentar positif secara online, memuji langkah Iran ini. Mereka menekankan bahwa penamaan stasiun metro dengan nama "Saint Mary" bertentangan dengan penggambaran masyarakat dan pemerintahan Iran yang dilandasi rasa takut, yang sering digambarkan oleh media-media Barat.
