Internationalmedia.co.id – Sejak gencatan senjata disepakati di Gaza, Israel telah menyerahkan 90 jenazah warga Palestina. Pengembalian puluhan jasad ini menimbulkan pertanyaan besar di tengah upaya perdamaian yang tengah berlangsung.
Israel telah menyerahkan 45 jenazah warga Palestina tambahan kepada otoritas Gaza sejak kesepakatan gencatan senjata dimulai. Total, 90 jenazah telah diserahkan, menurut laporan AFP pada Rabu (15/10/2024). Gencatan senjata yang dimediasi oleh Presiden AS Donald Trump ini bertujuan mengakhiri konflik yang telah berlangsung selama dua tahun.

Dalam perjanjian tersebut, Israel diwajibkan menyerahkan 15 jenazah warga Palestina untuk setiap jenazah warga Israel yang dipulangkan. Sebelumnya, Hamas telah menyerahkan tiga jenazah warga Israel dan satu warga negara Nepal. Kemudian, tiga jenazah warga Israel lainnya dan satu jenazah yang belum teridentifikasi juga diserahkan. Pihak militer menyatakan bahwa jenazah yang belum teridentifikasi tersebut bukan termasuk sandera yang tewas.
Pertukaran ini juga memfasilitasi pemulangan 20 sandera terakhir yang masih hidup ke Gaza, dengan imbalan pembebasan hampir 2.000 tahanan Palestina dari penjara Israel. Kesepakatan ini juga mencakup penghentian pertempuran dan pengeboman.
Sementara itu, nasib 20 sandera yang tersisa di Gaza menjadi sorotan. Tekanan domestik meningkat terhadap Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu untuk mengaitkan bantuan dengan nasib jenazah para sandera. Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir, bahkan mengancam akan menghentikan pasokan ke Gaza jika Hamas tidak mengembalikan jenazah tentara yang masih ditahan.
Penyeberangan perbatasan antara Gaza dan Mesir masih ditutup pada hari Rabu. Meskipun ada laporan tentang kemungkinan pembukaan kembali untuk konvoi bantuan, Israel bersikeras agar Hamas menyerahkan jenazah para sandera yang meninggal terlebih dahulu.
