Internationalmedia.co.id – Gelombang infeksi influenza melanda Malaysia, memaksa otoritas setempat mengambil langkah drastis dengan meliburkan sejumlah sekolah. Keputusan ini diambil menyusul laporan ribuan siswa yang terjangkit virus influenza di berbagai wilayah.
Kementerian Pendidikan Malaysia melalui Direktur Jenderalnya, Mohd Azam Ahmad, menyatakan bahwa langkah-langkah pencegahan telah diinstruksikan kepada seluruh sekolah. "Kita sudah memiliki pengalaman luas dalam menangani penyakit menular dari pandemi COVID-19," ujarnya dalam pernyataan video yang dikutip media lokal. Ia menambahkan bahwa penggunaan masker dan pembatasan aktivitas kelompok besar telah ditekankan.

Meski tidak merinci jumlah sekolah yang diliburkan, Mohd Azam memastikan bahwa infeksi telah terdeteksi di beberapa wilayah di seluruh Malaysia. Data dari Kementerian Kesehatan Malaysia menunjukkan lonjakan signifikan kasus influenza, dengan 97 klaster dilaporkan pekan lalu, melonjak tajam dari hanya 14 klaster pada minggu sebelumnya. Sebagian besar klaster ini ditemukan di lingkungan sekolah dan taman kanak-kanak.
Menurut laporan The Star, Selangor menjadi wilayah dengan jumlah klaster influenza tertinggi (43), diikuti oleh Kuala Lumpur dan Putrajaya (15), Penang (10), Johor (9), dan Kedah (5).
Menteri Kesehatan Malaysia, Dzulkefly Ahmad, menyatakan bahwa pihaknya akan berkoordinasi dengan Kementerian Pendidikan untuk membahas langkah-langkah lanjutan dalam menanggulangi penyebaran virus di sekolah-sekolah. Ia juga berusaha menenangkan masyarakat dengan meyakinkan bahwa situasi masih terkendali.
Pakar kesehatan masyarakat, Sharifa Ezat Wan Puteh, menekankan pentingnya perhatian khusus terhadap anak-anak, mengingat sebagian besar kasus influenza terdeteksi di sekolah. Ia juga merekomendasikan vaksinasi flu tahunan bagi anak-anak berusia enam bulan ke atas, mengingat virus influenza terus bermutasi dan vaksin diperbarui setiap tahunnya.
