Internationalmedia.co.id – Rumah sakit di Gaza baru saja menerima 45 jasad warga Palestina yang dipulangkan oleh Israel, sebuah peristiwa yang menimbulkan pertanyaan besar. Sementara itu, militer Israel mengumumkan telah mengidentifikasi empat jasad sandera yang sebelumnya ditahan oleh Hamas.
Militer Israel, seperti dilansir AFP, mengidentifikasi dua dari empat sandera tersebut sebagai Guy Iluz, seorang warga negara Israel, dan Bipin Joshi, seorang mahasiswa pertanian asal Nepal. Identitas dua sandera lainnya masih dirahasiakan atas permintaan keluarga.

Guy Iluz, yang saat serangan terjadi berusia 26 tahun, diketahui tengah berada di festival musik Nova ketika serangan militan Hamas terjadi pada 7 Oktober 2023. Ia dilaporkan mencoba melarikan diri, namun akhirnya ditangkap dan dibawa ke Jalur Gaza. Militer Israel menyatakan bahwa Iluz terluka dan diculik hidup-hidup, namun meninggal dunia akibat luka-lukanya karena kurangnya perawatan medis selama penahanan.
Bipin Joshi, yang berusia 22 tahun, adalah bagian dari kelompok pelatihan pertanian Nepal yang baru tiba di Israel beberapa minggu sebelum serangan Hamas. Ia diculik dari Kibbutz Alumim. Militer Israel menduga Joshi dibunuh selama bulan-bulan pertama perang.
Pihak militer Israel menyatakan bahwa penyebab pasti kematian keempat sandera tersebut akan ditentukan setelah pemeriksaan forensik selesai dilakukan. Pemulangan puluhan jasad warga Palestina ke Gaza dan pengungkapan identitas sandera yang tewas ini menambah lapisan kompleksitas pada situasi yang sudah sangat tegang di wilayah tersebut.
