Internationalmedia.co.id – Serangan udara Israel kembali menghantam Lebanon pada Senin (6/10) waktu setempat, merenggut nyawa setidaknya dua orang. Salah satu korban adalah seorang pria yang sebelumnya selamat dari ledakan pager Israel yang menargetkan Hizbullah tahun lalu, namun harus kehilangan penglihatannya akibat insiden tersebut.
Militer Israel mengklaim serangan itu menargetkan seorang anggota Hizbullah. Serangan-serangan serupa kerap dilancarkan Israel dengan dalih menargetkan Hizbullah, meskipun gencatan senjata telah disepakati sejak November tahun lalu. Tel Aviv juga masih menempatkan pasukan militernya di beberapa area strategis di wilayah Lebanon selatan.

Menurut laporan AFP dan Al Arabiya, militer Israel menyatakan telah menewaskan Hassan Atwi, yang disebut sebagai "teroris kunci dalam unit pertahanan udara Hizbullah di wilayah Nabatiyeh". Istri Atwi, Zainab Raslan, yang mengemudikan kendaraan saat kejadian, juga dilaporkan tewas dalam serangan tersebut.
Militer Israel menuduh Atwi memimpin upaya pembentukan kembali dan mempersenjatai unit tersebut, serta menjalin kontak dengan pemimpin unit di Iran untuk membeli peralatan. Namun, National News Agency (NNA) melaporkan bahwa Atwi sebelumnya telah terluka dan kehilangan penglihatannya akibat ledakan ratusan pager dan walkie-talkie yang digunakan Hizbullah oleh Israel tahun lalu.
Kementerian Kesehatan Lebanon mengkonfirmasi serangan tersebut, menyebutkan bahwa dua orang tewas dan satu luka-luka akibat "serangan drone Israel yang menargetkan sebuah mobil di jalan Zebdine, distrik Nabatiyeh".
Selain itu, militer Israel juga mengklaim telah menyerang "kompleks militer yang digunakan Hizbullah untuk pelatihan" di wilayah Bekaa. Sementara itu, NNA melaporkan adanya "dua serangan udara" lainnya di Provinsi Hermal.
Pekan lalu, PBB memverifikasi kematian 103 warga sipil di Lebanon sejak gencatan senjata November lalu dan menuntut penghentian penderitaan warga sipil yang berkelanjutan.
