Internationalmedia.co.id – Banjir bandang dan tanah longsor yang dipicu oleh curah hujan ekstrem telah menyebabkan malapetaka di Nepal dan India, merenggut nyawa lebih dari 60 orang. Tim penyelamat kini berpacu dengan waktu untuk menjangkau masyarakat yang terisolasi di wilayah pegunungan terpencil yang terdampak.
Hujan deras yang mengguyur Nepal sejak Jumat lalu telah menyebabkan sungai-sungai meluap, memicu banjir yang meluas di seluruh wilayah Himalaya. Menurut Shanti Mahat, juru bicara Otoritas Pengurangan Risiko Bencana Nasional Nepal, sedikitnya 44 orang tewas akibat banjir, dan lima lainnya masih dinyatakan hilang.

"Hujan deras yang terjadi semalaman memicu tanah longsor," kata Sunita Nepal, seorang pejabat distrik setempat, merujuk pada situasi di distrik Illam, wilayah timur yang paling parah terkena dampak. Akses ke daerah terdampak sangat sulit karena banyak jalan yang terblokir oleh longsor. Bahkan, sungai-sungai di Kathmandu, ibu kota Nepal, meluap dan membanjiri permukiman di sepanjang tepiannya.
Pemerintah Nepal telah mengerahkan petugas keamanan dengan helikopter dan perahu motor untuk membantu upaya penyelamatan. Perdana Menteri Sushila Karki menyatakan bahwa semua badan pemerintah siap memberikan bantuan dan penyelamatan. Pemerintah juga telah menetapkan hari Minggu dan Senin sebagai hari libur nasional dan mengimbau masyarakat untuk tidak bepergian kecuali sangat diperlukan.
Di India, setidaknya 20 orang tewas di distrik perbukitan Darjeeling, Benggala Barat, setelah hujan lebat memicu banjir bandang dan tanah longsor yang menghancurkan rumah dan infrastruktur. Harsh Vardhan Shringla, seorang anggota parlemen India, menyatakan bahwa lebih dari 20 orang tewas akibat siklon dahsyat yang melanda perbukitan Darjeeling.
Perdana Menteri India Narendra Modi menyatakan kesedihannya atas hilangnya nyawa dan mengatakan bahwa situasi di Darjeeling dan sekitarnya dipantau secara ketat. Bencana ini menjadi pengingat akan kerentanan wilayah Himalaya terhadap dampak perubahan iklim dan perlunya upaya mitigasi yang lebih kuat.
