Internationalmedia.co.id – Presiden Rusia, Vladimir Putin, memberikan tanggapan terhadap usulan rencana perdamaian Gaza yang diajukan oleh mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Putin menyatakan dukungannya, namun dengan syarat krusial yang harus dipenuhi.
Rencana yang terdiri dari 20 poin tersebut mencakup seruan gencatan senjata, pembebasan sandera oleh Hamas, pembebasan tahanan Palestina oleh Israel, perlucutan senjata Hamas, penarikan pasukan Israel dari Gaza, pengerahan pasukan stabilisasi internasional, pembentukan otoritas transisi "Board of Peace" yang dipimpin Trump, reformasi Otoritas Palestina, dan jaminan keamanan untuk Gaza oleh AS dan negara-negara kawasan.

Putin menekankan bahwa dukungan Rusia terhadap rencana tersebut bergantung pada satu hal: terwujudnya negara Palestina yang berdampingan dengan Israel. Ia menyatakan optimisme hati-hati terhadap usulan Trump, menyebutnya sebagai "cahaya di ujung terowongan". Pernyataan ini disampaikan dalam forum Klub Diskusi Valdai di Sochi, Rusia.
"Secara umum, Rusia siap mendukungnya, asalkan mengarah pada tujuan akhir yang selalu kita bahas: pembentukan dua negara, Israel dan Palestina. Ini adalah kunci solusi akhir bagi konflik Palestina-Israel," tegas Putin, seperti dilansir Reuters dan Anadolu Agency.
Namun, Putin mengingatkan bahwa diplomasi unilateral Barat yang mengabaikan sejarah, tradisi, dan budaya masyarakat setempat tidak akan membawa perdamaian. Ia menekankan pentingnya mempertimbangkan pandangan Palestina, negara-negara regional, dan Hamas dalam perjanjian apa pun. "Penting bagi kami bahwa Hamas juga mendukungnya, bahwa pemerintahan Palestina mendukungnya," imbuhnya, seperti dilansir TASS.
Sementara itu, Trump memberikan tenggat waktu hingga Minggu (5/10) kepada rakyat Palestina dan Hamas untuk menyetujui usulannya. Ia mengancam akan memberikan "neraka total" kepada Hamas jika menolak kesepakatan tersebut, dan memastikan akan memburu serta membunuh pasukan Hamas jika tidak ada respons positif.
