Internationalmedia.co.id – Menteri Luar Negeri Prancis, Jean-Noel Barrot, melontarkan pernyataan keras terkait konflik di Gaza. Ia menyebut kelompok Hamas telah mengalami kekalahan dan mendesak mereka untuk menerima "penyerahan diri" berdasarkan rencana perdamaian yang digagas oleh mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.
Barrot menyampaikan pandangannya tersebut di sela-sela pertemuan tentang isu keamanan global di Arab Saudi, Jumat (3/10/2025). Ia menilai Hamas memikul tanggung jawab besar atas tragedi yang menimpa rakyat Palestina.

"Mereka telah kalah. Mereka harus menerima penyerahan diri mereka sendiri," tegas Barrot, merujuk pada resolusi PBB yang menyerukan agar Hamas tidak lagi memegang tampuk kepemimpinan di Palestina.
Prancis, lanjut Barrot, siap mendukung implementasi rencana Trump demi mengakhiri perang, kelaparan, dan penderitaan di Gaza. Rencana tersebut mencakup gencatan senjata, pembebasan sandera dalam waktu 72 jam, pelucutan senjata Hamas, dan penarikan bertahap pasukan Israel dari Gaza.
Meski demikian, Hamas belum memberikan keputusan final terkait proposal tersebut. Sumber-sumber Palestina yang dekat dengan para pemimpin kelompok tersebut mengindikasikan bahwa mereka masih mempertimbangkan tanggapan.
Selain isu Gaza, Barrot juga membela keputusan Prancis untuk melanjutkan dialog dengan Iran terkait program nuklirnya, meskipun sanksi PBB dan Eropa baru-baru ini diberlakukan kembali. Ia menegaskan bahwa Prancis akan berupaya semaksimal mungkin untuk mencapai solusi melalui negosiasi.
