Internationalmedia.co.id – Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, mengecam keras tindakan tentara Israel yang mencegat armada kapal bantuan kemanusiaan yang hendak menuju Gaza. Erdogan menyebut tindakan tersebut sebagai sebuah pembajakan dan menunjukkan wajah brutal Israel kepada dunia.
Dalam pidatonya di Turki, Erdogan menyatakan bahwa tindakan Israel tersebut adalah bukti kepanikan mereka dalam upaya menyembunyikan kejahatan yang telah dilakukan. Ia menuding pemerintahan Netanyahu melakukan genosida dan tidak mentolerir adanya peluang perdamaian sekecil apapun.

"Armada Sumud Global sekali lagi menunjukkan kepada dunia kebrutalan di Gaza dan wajah pembunuh Israel. Kami tidak akan meninggalkan saudara-saudari Palestina kami dan akan bekerja sekuat tenaga untuk mengamankan gencatan senjata dan memulihkan perdamaian," tegas Erdogan, seperti dikutip Internationalmedia.co.id dari Al Jazeera.
Pernyataan keras Erdogan ini muncul setelah kantor kejaksaan agung Istanbul mengumumkan penyelidikan atas penahanan warga negara Turki yang berada di kapal-kapal yang mencoba menerobos blokade Gaza. Sebelumnya, Hamas juga mengecam tindakan Israel sebagai "kejahatan pembajakan" dan menyerukan kecaman internasional.
Armada Sumud Global, yang terdiri dari sekitar 45 kapal yang membawa politisi dan aktivis dari berbagai negara, termasuk aktivis lingkungan Greta Thunberg, berangkat dari Spanyol dengan tujuan menembus blokade Israel atas Jalur Gaza yang tengah dilanda kelaparan. Namun, pasukan Israel mencegat kapal-kapal tersebut setelah memberikan peringatan untuk tidak memasuki perairan yang diklaim berada di bawah blokade mereka.
