Peristiwa mengejutkan terjadi di Korea Selatan. Internationalmedia.co.id melaporkan, mantan Ibu Negara, Kim Keon Hee, mulai menjalani persidangan pada Rabu (24/9) atas tuduhan korupsi. Ini merupakan peristiwa bersejarah, karena untuk pertama kalinya dalam sejarah Korsel, seorang mantan Ibu Negara harus berhadapan dengan pengadilan.
Kim, istri mantan Presiden Yoon Suk Yeol, ditangkap bulan Agustus lalu. Ia menghadapi berbagai dakwaan serius, termasuk manipulasi saham dan korupsi, seperti yang dilansir internationalmedia.co.id. Dalam sidang perdana di Pengadilan Distrik Pusat Seoul, Kim tampak mengenakan setelan gelap dengan nomor narapidana 4398 terpampang di dadanya. Saat ditanya pekerjaannya, ia menjawab singkat, "Pengangguran". Ia juga menolak untuk meminta persidangan dengan juri.

Persidangan ini semakin memperumit situasi politik Korsel. Pasalnya, mantan Presiden Yoon Suk Yeol sendiri tengah menghadapi serangkaian persidangan atas tuduhan pemberontakan terkait penetapan darurat militer pada Desember lalu. Kini, pasangan mantan pemimpin Korsel ini sama-sama berurusan dengan hukum.
Kasus Kim Keon Hee telah lama menjadi sorotan publik. Dugaan keterlibatannya dalam manipulasi saham dan campur tangan dalam pencalonan anggota parlemen terus menjadi perdebatan. Bahkan, beredar kabar tentang penerimaan tas tangan bermerek Dior yang memicu kontroversi.
Para pengamat hukum menilai, persidangan ini berpotensi mengungkap keterlibatan Kim dan Yoon dalam upaya mempengaruhi pemilu parlemen. Menariknya, Yoon, saat masih menjabat, sempat memveto tiga rancangan undang-undang yang bertujuan menyelidiki tuduhan terhadap istrinya. Langkah ini semakin menambah spekulasi dan memanaskan suasana politik di negara tersebut. Persidangan ini pun dinantikan perkembangannya, mengingat dampaknya yang signifikan terhadap citra dan stabilitas politik Korea Selatan.
