Kejadian mengejutkan mengguncang Dallas, Amerika Serikat. Internationalmedia.co.id melaporkan adanya serangan penembakan di fasilitas penahanan Imigrasi dan Bea Cukai (ICE) yang mengakibatkan tiga orang terluka. Informasi awal yang beredar menyebutkan pelaku diduga seorang penembak jitu yang kini telah tewas.
Menteri Dalam Negeri AS, Kristi Noem, dalam keterangannya kepada AFP, Rabu (24/9/2025), menyatakan bahwa detail kejadian masih terus dikumpulkan. Ia menambahkan, "Meskipun kami belum mengetahui motifnya, kami tahu bahwa aparat penegak hukum ICE menghadapi kekerasan yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap mereka." Pernyataan ini mengisyaratkan adanya peningkatan ancaman terhadap petugas imigrasi di AS.

Pelaksana Tugas Direktur ICE, Todd Lyons, mengonfirmasi dugaan pelaku sebagai penembak jitu. "Informasi awal menunjukkan kemungkinan penembak jitu," ujarnya. Saat ini, pihak berwenang masih berada di lokasi kejadian untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut dan mengumpulkan bukti-bukti guna mengungkap motif di balik serangan tersebut. Identitas korban dan pelaku belum diungkapkan secara resmi. Investigasi intensif terus dilakukan untuk memastikan keamanan dan mengungkap seluruh rangkaian peristiwa yang terjadi.
