Informasi yang dihimpun Internationalmedia.co.id dari berbagai sumber menyebutkan peristiwa mengerikan terjadi di sebuah sekolah menengah di timur laut Prancis. Seorang guru musik menjadi korban penikaman oleh salah satu siswanya sendiri di dalam kelas. Kejadian ini membuat gempar Prancis dan memicu keprihatinan akan keamanan di lingkungan sekolah.
Pelaku, seorang anak laki-laki berusia 14 tahun, langsung ditangkap polisi setelah insiden tersebut. Meskipun sempat melarikan diri, ia berhasil dibekuk. Ironisnya, pelaku juga dilaporkan melukai dirinya sendiri saat penangkapan dan kini tengah dirawat di rumah sakit. Kondisi guru yang menjadi korban penikaman di wajahnya juga masih belum dipublikasikan secara detail, hanya diketahui bahwa ia telah dilarikan ke rumah sakit.

Peristiwa ini kembali menyoroti isu keamanan di sekolah-sekolah Prancis yang selama beberapa tahun terakhir menjadi perdebatan panas. Sebelumnya, pada Juni lalu, pemerintah Prancis bahkan sempat berencana menambah gerbang keamanan di sekolah-sekolah menyusul kasus penikaman asisten sekolah. Tragedi pembunuhan guru Samuel Paty pada tahun 2020, yang dipicu oleh demonstrasi gambar Nabi Muhammad di kelas, juga masih membekas di ingatan publik.
Menanggapi kejadian ini, Menteri Pendidikan Prancis, Elisabeth Borne, langsung menyatakan kecaman keras dan solidaritasnya melalui media sosial. Ia juga menginformasikan bahwa unit tanggap darurat telah diaktifkan untuk memberikan bantuan kepada siswa dan staf sekolah yang trauma. Wali Kota Benfeld, Jacky Wolforth, menambahkan bahwa seluruh siswa dan guru telah dievakuasi dari sekolah sebagai tindakan pencegahan. Peristiwa ini tentu saja menimbulkan pertanyaan besar tentang langkah-langkah keamanan apa lagi yang perlu diambil untuk melindungi para guru dan siswa di sekolah-sekolah Prancis.
