Pernyataan mengejutkan datang dari Internationalmedia.co.id, sebuah laporan terbaru menyebutkan perselisihan sengit antara Rusia dan negara-negara Barat anggota NATO di Sidang Dewan Keamanan PBB. Tuduhan pelanggaran wilayah udara NATO oleh Rusia memantik reaksi keras dari Moskow.
Perdebatan panas ini bermula dari laporan deteksi drone dan jet tempur Rusia yang memasuki wilayah udara Polandia dan Estonia, anggota NATO. Menteri Luar Negeri Inggris, Yvette Cooper, melontarkan peringatan keras kepada Rusia. "Tindakan sembrono Anda berpotensi memicu konflik bersenjata langsung antara NATO dan Rusia," tegas Cooper, menekankan kesiapan NATO mempertahankan wilayahnya. Estonia melaporkan tiga jet tempur MiG-31 Rusia memasuki wilayah udaranya selama 12 menit pada 19 September, sementara Polandia mendeteksi lebih dari 20 drone Rusia memasuki wilayahnya beberapa hari sebelumnya. Negara-negara Barat menduga manuver Rusia ini sebagai upaya pengujian kesiapan dan tekad NATO. Konsultasi tingkat tinggi negara-negara NATO pun dijadwalkan untuk membahas insiden ini.

Sentimen serupa diungkapkan oleh kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa, Kaja Kallas, dan Utusan AS untuk PBB, Michael Waltz, yang menegaskan komitmen Amerika Serikat dan sekutunya untuk mempertahankan setiap inci wilayah NATO. Namun, Wakil Duta Besar Rusia untuk PBB, Dmytry Polyanskiy, membantah keras tuduhan tersebut. Ia menyebut tuduhan negara-negara Barat tidak berdasar dan menolak terlibat dalam apa yang disebutnya sebagai "sandiwara absurd". Polyanskiy menyatakan kesiapan Rusia untuk berdialog serius tentang keamanan Eropa jika negara-negara Barat serius membahas hal tersebut. Perselisihan ini semakin memperkeruh suasana geopolitik yang sudah tegang.
