Internationalmedia.co.id melaporkan, Perdana Menteri Spanyol, Pedro Sanchez, dalam pidatonya di KTT PBB di New York, menyerukan Palestina menjadi anggota penuh PBB. Sanchez menyebut KTT ini sebagai tonggak sejarah, namun menekankan bahwa ini baru permulaan dari perjuangan panjang menuju perdamaian. Ia mendesak percepatan proses keanggotaan Palestina di PBB, setara dengan negara-negara lain.
Lebih jauh, Sanchez dengan tegas meminta penghentian segera kekerasan dan pembantaian di Palestina. Menurutnya, solusi dua negara mustahil terwujud jika salah satu pihak terus menjadi korban genosida. Ia mengecam serangan brutal yang terjadi di Gaza, menyebutnya sebagai pembantaian terhadap warga sipil tanpa pandang bulu. Sanchez, yang dikenal sebagai kritikus keras serangan Israel di Gaza pasca serangan Hamas 7 Oktober 2023, menyatakan bahwa bom terus jatuh menghantam warga sipil Gaza.

Spanyol, bersama Irlandia dan Norwegia, telah mengakui negara Palestina pada Mei lalu. Pernyataan Sanchez ini semakin menguatkan komitmen Spanyol untuk mendukung kemerdekaan dan perdamaian bagi Palestina. Seruannya untuk mengakhiri kekerasan dan menerima Palestina sebagai anggota penuh PBB menjadi sorotan dunia di tengah konflik yang berkepanjangan.
