Venezuela geram. Internationalmedia.co.id melaporkan, Negeri Minyak itu menuduh Amerika Serikat (AS) sengaja memancing konflik setelah kapal penangkap ikannya ditahan selama delapan jam di zona ekonomi eksklusif Venezuela. Insiden ini terjadi Jumat (12/9) lalu, dan langsung memicu kecaman keras dari Caracas.
Menteri Luar Negeri Venezuela, Yvan Gil, menyebut penahanan kapal yang membawa sembilan nelayan tuna tersebut sebagai tindakan ilegal dan penuh permusuhan. Ia menjelaskan, kapal perusak USS Jason Dunham mengerahkan 18 personel bersenjata untuk menaiki dan menguasai kapal nelayan yang tak berbahaya itu selama delapan jam penuh.

Gil menilai tindakan AS ini sebagai provokasi yang disengaja. Menurutnya, AS sengaja mencari alasan untuk memulai perang dan berupaya menggulingkan pemerintahan Presiden Nicolas Maduro. "Mereka mencari insiden untuk membenarkan eskalasi perang di Karibia, dengan tujuan pergantian rezim," tegas Gil. Ia pun menuntut AS menghentikan tindakan yang membahayakan keamanan dan perdamaian di kawasan Karibia.
Ketegangan memang sudah meningkat antara kedua negara dalam beberapa pekan terakhir. Washington telah mengerahkan kekuatan laut terbesarnya di Karibia dalam beberapa tahun terakhir, dengan Presiden Donald Trump secara terang-terangan mengincar para pengedar narkoba Venezuela. AS bahkan meningkatkan hadiah bagi penangkapan Maduro menjadi USD 50 juta, menuduhnya memimpin kartel kokain. Sebelumnya, AS juga meledakkan sebuah kapal yang diduga mengangkut narkoba, menewaskan 11 orang.
Penggunaan kekuatan militer AS untuk masalah yang selama ini dianggap sebagai penegakan hukum dinilai tidak biasa. Maduro sendiri membantah tuduhan keterlibatannya dalam perdagangan narkoba dan mengecam penumpukan militer AS sebagai ancaman terbesar bagi benua Amerika dalam seabad terakhir. Ia telah mengerahkan pasukan di sepanjang pantai Karibia dan perbatasan dengan Kolombia, seraya mengajak warga sipil bergabung dengan milisi negara. Pada Sabtu (13/9), banyak relawan berbondong-bondong mengikuti pelatihan senjata di instalasi militer Fuerte Tiuna, Caracas. Pihak Komando Selatan militer AS sendiri belum memberikan tanggapan atas insiden penahanan kapal nelayan Venezuela tersebut.
