Pernyataan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, yang menuduh Perdana Menteri Spanyol, Pedro Sanchez, melontarkan "ancaman genosida" terhadap Israel memanaskan situasi politik internasional. Internationalmedia.co.id melaporkan, tuduhan tersebut langsung disambut kemarahan dari Madrid. Menteri Pertahanan Spanyol, Margarita Robles, dengan tegas menyatakan bahwa Netanyahu bukanlah orang yang tepat untuk memberikan kuliah moral, mengingat tindakan Israel di Gaza. Pernyataan Robles ini disampaikan sebagai tanggapan atas postingan Netanyahu di media sosial X.
Perselisihan ini bermula dari langkah-langkah yang diumumkan Sanchez pada 8 September lalu. Sembilan langkah tersebut bertujuan menghentikan apa yang disebutnya "genosida di Gaza," termasuk embargo senjata permanen, larangan impor dari wilayah pendudukan, dan larangan masuk Spanyol bagi individu yang terlibat dalam konflik Gaza. Sanchez menekankan bahwa meskipun Spanyol tidak memiliki kekuatan militer sebesar Israel, hal itu tidak menghalangi komitmen Spanyol untuk perdamaian.

Netanyahu kemudian merespon pernyataan Sanchez dengan kecaman keras. Ia menafsirkan pernyataan Sanchez yang menyebut keterbatasan kemampuan militer Spanyol sebagai "ancaman genosida" terhadap Israel. Kementerian Luar Negeri Spanyol langsung membantah tuduhan tersebut, menyebutnya sebagai pernyataan palsu dan fitnah, serta menegaskan persahabatan Spanyol dengan baik rakyat Israel maupun Palestina.
Ketegangan ini merupakan puncak dari hubungan kedua negara yang telah memburuk selama beberapa bulan terakhir. Sanchez termasuk salah satu kritikus paling vokal di Eropa terhadap tindakan Israel di Gaza, bahkan menyebutnya sebagai "genosida". Langkah Spanyol memberikan pengakuan resmi kepada negara Palestina pada Mei tahun lalu semakin memperkeruh hubungan kedua negara. Bahkan, Israel sampai saat ini belum memiliki Duta Besar di Madrid, sementara Spanyol menarik pulang Dubesnya dari Tel Aviv menyusul tuduhan Menteri Luar Negeri Israel, Gideon Saar, tentang kampanye anti-Israel dan antisemitisme yang dilakukan Madrid. Perang kata-kata ini pun menimbulkan pertanyaan besar tentang masa depan hubungan diplomatik Spanyol dan Israel.
