Berita mengejutkan datang dari Pakistan. Internationalmedia.co.id melaporkan setidaknya 12 tentara Pakistan tewas dalam serangan brutal yang dilakukan oleh kelompok militan Taliban Pakistan. Insiden memilukan ini terjadi Sabtu (13/9) dini hari, sekitar pukul 04.00 waktu setempat, di distrik Waziristan Selatan, Provinsi Khyber Pakhtunkhwa.
Seorang pejabat pemerintah setempat kepada AFP mengungkapkan, konvoi militer menjadi sasaran tembakan dari kedua sisi jalan menggunakan senjata berat. Selain 12 tentara yang tewas, empat lainnya mengalami luka-luka. Lebih mengejutkan lagi, para penyerang berhasil merampas persenjataan dari konvoi tersebut.

Tehreek-e-Taliban Pakistan (TTP), kelompok yang bertanggung jawab atas serangan ini, mengklaim aksi mereka melalui media sosial. TTP, meski terpisah, memiliki hubungan erat dengan Taliban Afghanistan. Serangan ini tercatat sebagai salah satu yang paling mematikan dalam beberapa bulan terakhir di Provinsi Khyber Pakhtunkhwa, wilayah yang pernah dikuasai TTP sebelum operasi militer tahun 2024.
Ketegangan di perbatasan Afghanistan kembali meningkat sejak Taliban Afghanistan berkuasa pada 2021. Pakistan menuduh Afghanistan gagal menghalau militan yang menggunakan wilayahnya untuk melancarkan serangan. Tuduhan ini dibantah oleh pihak berwenang Afghanistan.
Kekhawatiran semakin meningkat di kalangan warga sipil. Grafiti TTP dilaporkan muncul di sejumlah gedung di Khyber Pakhtunkhwa, memicu kecemasan akan kebangkitan kembali kelompok tersebut. Seorang pejabat senior pemerintah daerah bahkan menyatakan peningkatan jumlah pejuang TTP dan frekuensi serangan mereka belakangan ini.
Data AFP menunjukkan, sejak Januari 2025, hampir 460 orang, sebagian besar personel keamanan Pakistan, telah tewas dalam serangan kelompok bersenjata di Khyber Pakhtunkhwa dan Balochistan. Insiden ini menjadi bukti nyata meningkatnya ancaman keamanan di Pakistan dan membutuhkan perhatian serius dari pemerintah.
