Internationalmedia.co.id melaporkan, kapal induk terbaru China, Fujian, telah melakukan uji coba laut yang signifikan dengan melintasi Selat Taiwan dan memasuki Laut China Selatan. Pergerakan kapal induk canggih ini, yang merupakan kapal induk ketiga China, terjadi menjelang peresmian operasionalnya dan telah memicu spekulasi di berbagai pihak.
Angkatan Laut China menyatakan pelayaran tersebut sebagai bagian dari misi penelitian dan pelatihan ilmiah rutin. Namun, waktu pelayaran yang bertepatan dengan latihan militer gabungan Amerika Serikat dan Jepang di Okinawa, yang melibatkan sistem rudal Typhoon dan senjata antikapal canggih, menimbulkan pertanyaan tentang motif sebenarnya di balik manuver ini. Latihan gabungan tersebut berlangsung selama dua minggu, hingga 25 September.

Kementerian Pertahanan Jepang melaporkan bahwa Fujian, dikawal dua kapal penghancur rudal, memasuki Laut China Timur sebelum menuju ke arah barat daya menuju Taiwan. Sementara itu, Kementerian Pertahanan Taiwan menyatakan telah memantau situasi dengan ketat dan mengambil langkah-langkah yang diperlukan. Seorang pejabat keamanan senior Taiwan yang tidak mau disebutkan namanya, kepada internationalmedia.co.id, mengatakan bahwa Fujian kemungkinan menuju Laut China Selatan untuk mempersiapkan upacara peresmiannya.
Fujian, yang dirancang dan dibangun di China, lebih besar dan lebih canggih daripada dua kapal induk China lainnya, Shandong dan Liaoning. Dengan dek datar dan ketapel elektromagnetik, kapal induk ini mampu membawa pesawat yang lebih besar dan memiliki jangkauan lebih luas, termasuk pesawat peringatan dini dan jet tempur siluman. Pergerakan Fujian ini tentu saja menjadi sorotan mengingat sensitivitas wilayah yang dilintasi dan implikasinya terhadap dinamika geopolitik di kawasan tersebut. Pihak Kementerian Pertahanan China sendiri belum memberikan tanggapan resmi terkait laporan ini.
