Informasi mengejutkan datang dari Niger. Internationalmedia.co.id melaporkan, setidaknya 20 tentara tewas dalam serangan brutal yang dilakukan oleh terduga kelompok jihadis di wilayah Tillabéri, Niger barat, pada Rabu (10/9/2025). Insiden memilukan ini terjadi di wilayah perbatasan dengan Burkina Faso dan Mali, area yang dikenal sebagai sarang kelompok-kelompok teroris terkait Al-Qaeda dan ISIS.
Seorang mantan pejabat setempat yang enggan disebutkan namanya mengkonfirmasi kepada internationalmedia.co.id bahwa 20 tentara gugur dalam dua serangan terpisah. Sumber lain bahkan menyebut angka korban jiwa lebih tinggi, termasuk tentara dan anggota Garda Nasional.

Wamaps, sebuah jaringan jurnalis Afrika Barat yang fokus pada isu keamanan di Sahel, memberikan rincian lebih lanjut. Mereka mengaitkan beberapa serangan tersebut dengan cabang ISIS. Wamaps melaporkan setidaknya 12 tentara Angkatan Bersenjata Niger tewas dalam serangan di dekat bandara Tillaberi. Dua serangan lainnya di wilayah Tillaberi tengah, dekat sebuah sekolah di lingkungan Digga Banda, juga menewaskan sedikitnya dua warga sipil. Dalam menanggapi serangan tersebut, 15 anggota Garda Nasional dilaporkan gugur.
G25, koalisi masyarakat sipil yang berafiliasi dengan mantan pemimpin negara yang digulingkan pada kudeta 2023, turut mengutuk serangan tersebut dan menuding cabang regional ISIS sebagai pelakunya. Mereka juga menyebutkan angka korban yang sama dengan Wamaps, yakni 12 tentara dan 15 anggota Garda Nasional.
Human Rights Watch, LSM internasional terkemuka, mendesak pemerintah Niger untuk meningkatkan upaya perlindungan warga sipil di wilayah Tillaberi yang telah menjadi sasaran serangan mematikan ISIS sejak Maret lalu. Tragedi ini menyoroti situasi keamanan yang semakin memburuk di wilayah tersebut dan membutuhkan perhatian serius dari komunitas internasional.
