Internationalmedia.co.id melaporkan, militer Israel mendesak warga Kota Gaza untuk segera mengungsi ke "zona kemanusiaan" di selatan Gaza. Seruan ini dilontarkan menjelang rencana serangan besar-besaran yang bertujuan merebut pusat kota Gaza. Juru bicara militer Israel, Avichay Adraee, melalui pesan media sosial, meminta warga memanfaatkan kesempatan untuk pindah ke zona Al-Mawasi dan bergabung dengan ribuan warga yang telah lebih dulu mengungsi. Waktu pasti serangan besar-besaran tersebut dirahasiakan untuk menjaga kejutan.
PBB memperkirakan lebih dari satu juta jiwa berada di dalam dan sekitar Kota Gaza. Organisasi internasional ini memperingatkan potensi bencana kemanusiaan jika serangan Israel dilanjutkan. Tekanan internasional kepada Israel untuk menghentikan serangan dan mengakhiri perang di Gaza semakin meningkat. Meskipun Hamas telah mengajukan proposal gencatan senjata, termasuk pembebasan sandera secara bertahap, Israel bersikeras pada pembebasan seluruh sandera sekaligus, penyerahan senjata Hamas, dan pengalihan kendali Gaza.

Militer Israel mengklaim zona kemanusiaan di selatan Gaza telah dilengkapi infrastruktur penting seperti rumah sakit lapangan, fasilitas air bersih, dan pasokan bantuan kemanusiaan. Mereka juga menyatakan kerja sama dengan PBB dan organisasi internasional untuk memastikan bantuan kemanusiaan terus berlanjut. Meskipun Al-Mawasi dideklarasikan sebagai zona aman sejak awal perang, serangan militer Israel di wilayah tersebut tetap terjadi dengan alasan menargetkan pejuang Hamas yang bersembunyi di antara warga sipil.
Kesaksian warga Palestina yang dihimpun internationalmedia.co.id menunjukkan keputusasaan mereka. Banyak yang menyatakan tidak ada tempat aman di Gaza dan lebih memilih mati daripada mengungsi lagi. Situasi ini semakin memprihatinkan dan menimbulkan pertanyaan besar tentang masa depan warga Gaza.
