Berita mengejutkan datang dari Internationalmedia.co.id. Kepala WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, melontarkan kecaman keras terhadap Israel terkait krisis kelaparan di Gaza. Ia menyebut setidaknya 370 warga Gaza meninggal akibat malnutrisi, sebuah tragedi kemanusiaan yang menurutnya bisa dihentikan seketika.
Tedros dengan tegas menyatakan bahwa kelaparan sebagai metode perang merupakan kejahatan yang tak bisa ditoleransi. Ia memperingatkan bahwa tindakan tersebut berisiko memicu penggunaan serupa dalam konflik-konflik di masa depan. Pernyataan ini muncul dua pekan setelah PBB mendeklarasikan bencana kelaparan di Gaza, menyalahkan hambatan sistematis pengiriman bantuan kemanusiaan oleh Israel.

Israel sendiri membantah keras tuduhan tersebut, mengatakan bahwa kelaparan di Gaza merupakan "kekurangan buatan manusia yang direkayasa Hamas." Namun, Kementerian Kesehatan Gaza melaporkan angka kematian yang mengkhawatirkan: 373 orang, termasuk 134 anak-anak, meninggal karena kelaparan dan malnutrisi sejak perang Oktober 2023. Tedros mengulang angka tersebut, menekankan bahwa lebih dari 300 kematian terjadi hanya dalam dua bulan terakhir.
"Makanan yang bisa menyelamatkan nyawa teronggok di truk, sementara orang-orang mati kelaparan," ungkap Tedros dengan nada geram. Ia mempertanyakan mengapa Israel membiarkan situasi ini berlarut-larut, menegaskan bahwa kelaparan rakyat Gaza tak akan meningkatkan keamanan Israel atau memfasilitasi pembebasan sandera. Pernyataan tegas WHO ini semakin memperkeruh situasi di Gaza dan meningkatkan tekanan internasional terhadap Israel.
