Internationalmedia.co.id melaporkan insiden penembakan massal yang mengguncang Amerika Serikat (AS) terjadi di Sekolah Katolik Annunciation, Minneapolis. Peristiwa mengerikan ini menewaskan dua orang dan melukai belasan lainnya, membuat warga AS kembali dihantui bayang-bayang kekerasan senjata api.
Gubernur Minneapolis, Tim Walz, melalui akun X-nya menyampaikan keprihatinan mendalam atas insiden tersebut. Walaupun awalnya informasi masih terbatas, laporan dari ABC News menyebutkan dua korban jiwa dan sejumlah korban luka. Para siswa, dari pra-TK hingga kelas delapan, terlihat meninggalkan sekolah dalam kondisi panik dan trauma, didampingi orang tua mereka. Seorang wali murid, Emily Feste, menceritakan kepanikan keluarganya saat mengetahui keponakannya berada di sekolah saat penembakan terjadi.

Presiden AS, Donald Trump, turut angkat bicara melalui Truth Social. Ia menyatakan telah menerima pengarahan lengkap terkait insiden tersebut dan menegaskan bahwa FBI telah langsung merespon dan berada di lokasi kejadian. Trump juga mengajak masyarakat untuk mendoakan para korban dan keluarga yang berduka.
Kepolisian Minneapolis, melalui Kepala Kepolisian Brian O’Hara, mengkonfirmasi bahwa pelaku penembakan, seorang pria berusia 20-an tahun tanpa catatan kriminal, telah tewas. O’Hara juga memastikan bahwa pelaku bertindak sendirian. Identitas pelaku, Robin Westman (nama lahir Robert Westman), diungkap oleh Direktur FBI, Kash Patel. FBI kini tengah menyelidiki insiden ini sebagai tindakan terorisme domestik dan kejahatan kebencian yang menargetkan umat Katolik. Sebanyak 17 orang, termasuk anak-anak dan orang dewasa, mengalami luka-luka dalam peristiwa nahas ini. Investigasi mendalam masih terus berlanjut untuk mengungkap motif di balik tragedi ini.

