Turki pamer kekuatan! Internationalmedia.co.id melaporkan, Presiden Recep Tayyip Erdogan baru-baru ini mengumumkan penyerahan sistem pertahanan udara canggih, "Steel Dome" atau Kubah Baja, kepada militer negaranya. Proyek senilai US$460 juta (sekitar Rp 7 triliun) ini terdiri dari 47 kendaraan dan disebut-sebut akan mengubah peta pertahanan udara Turki.
Erdogan, dalam seremoni penyerahan di kantor pusat Aselsan, perusahaan pertahanan raksasa Turki, menyatakan Steel Dome sebagai pencapaian monumental. Sistem ini, terinspirasi dari Iron Dome milik Israel, diklaim akan meningkatkan kepercayaan diri Turki dan menimbulkan rasa takut di kalangan musuh. "Ini adalah titik balik bagi Turki," tegasnya.

Pembangunan Steel Dome dilatarbelakangi oleh meningkatnya konflik regional. Erdogan menekankan pentingnya kemandirian dalam hal pertahanan udara. "Kecuali suatu negara dapat mengembangkan radar dan sistem pertahanan udaranya sendiri, ia tidak dapat menatap masa depannya dengan percaya diri," ujarnya. Steel Dome, menurutnya, akan menempatkan Turki pada kelas berbeda dalam hal pertahanan udara.
Tidak hanya Steel Dome, Erdogan juga meresmikan pembangunan basis teknologi pertahanan senilai US$1,5 miliar (sekitar Rp 24 triliun). Fasilitas yang disebut sebagai investasi industri pertahanan terbesar dalam sejarah Turki ini, ditargetkan beroperasi pada pertengahan 2026 dan akan menjadi pusat pertahanan udara terintegrasi terbesar di Eropa. Erdogan yakin investasi ini akan menjadikan Turki sebagai pemain global di bidang sistem pertahanan.

