Arab Saudi mengecam keras serangan Israel ke Suriah. Internationalmedia.co.id melaporkan, Kementerian Luar Negeri Arab Saudi menyebut tindakan Israel tersebut sebagai pelanggaran terang-terangan terhadap kedaulatan Suriah dan hukum internasional. Pernyataan keras ini dikeluarkan sebagai respons atas serangan militer Israel yang berulang kali terjadi di wilayah Suriah.
Riyadh, dalam pernyataannya, menyatakan ketidaksetujuan dan kecaman atas aksi militer Israel yang terus berlanjut. Mereka menegaskan dukungan penuh terhadap pemerintah Suriah dalam upaya membangun keamanan dan stabilitas negara, serta menjaga perdamaian dan kedaulatannya. Arab Saudi juga menolak segala bentuk upaya separatis yang bertujuan memecah belah Suriah, menyerukan dialog dan akal sehat bagi seluruh rakyat Suriah.

Lebih lanjut, Arab Saudi mendesak komunitas internasional untuk memberikan dukungan penuh kepada Damaskus dalam membangun perdamaian dan mengambil sikap tegas terhadap pelanggaran yang dilakukan Israel. Seruan ini muncul setelah laporan Kementerian Luar Negeri Suriah mengenai penyerbuan militer Israel di dekat Beit Jinn, melibatkan sejumlah kendaraan militer dan tentara Israel yang menguasai perbukitan strategis.
Laporan terbaru menyebutkan korban jiwa akibat serangan Israel. Televisi pemerintah Suriah melaporkan setidaknya enam tentara Suriah tewas akibat serangan drone Israel di dekat Kisweh, Damaskus. Selain itu, seorang warga sipil juga dilaporkan tewas dalam serangan di desa Taranja. Serangan-serangan ini menambah daftar panjang aksi militer Israel di Suriah yang telah menimbulkan korban jiwa dan kerusakan. Peristiwa ini semakin memperkeruh situasi keamanan di kawasan tersebut.

