Internationalmedia.co.id melaporkan peningkatan jumlah korban jiwa akibat serangan udara Israel di Sanaa, Yaman. Angka terbaru yang dirilis oleh Juru Bicara Kementerian Kesehatan Houthi, Anees Alasbahi, menunjukkan tragedi yang lebih besar dari perkiraan awal. Data yang disampaikan melalui AFP pada Selasa (26/8/2025) menyebutkan, serangan tersebut telah menewaskan 10 orang dan melukai 92 lainnya.
Sebelumnya, pihak Houthi melaporkan angka yang lebih rendah, yakni enam orang tewas dan 86 luka-luka. Perbedaan angka ini menunjukkan kemungkinan adanya korban yang baru ditemukan atau teridentifikasi setelah insiden serangan yang terjadi pada Minggu (24/8/2025). Sasaran serangan, menurut Houthi, adalah sebuah pom bensin dan pembangkit listrik di Sanaa, ibu kota yang dikuasai pemberontak. Namun, militer Israel mengklaim telah menargetkan kompleks militer yang berdekatan dengan istana presiden, dua pembangkit listrik, dan sebuah depot bahan bakar.

Serangan balasan Israel ini dipicu oleh serangan berulang kelompok Houthi terhadap Israel dan warga sipilnya dalam beberapa hari terakhir. Sejak perang Israel-Hamas meletus di Jalur Gaza Oktober 2023, Houthi secara aktif menembakkan rudal dan drone ke Israel, sebagai bentuk solidaritas terhadap Palestina. Peristiwa ini semakin memperumit situasi konflik di kawasan Timur Tengah dan menyoroti eskalasi kekerasan yang terus berlanjut. Internationalmedia.co.id akan terus memantau perkembangan situasi dan memberikan informasi terbaru.

