Pangeran Mohammed bin Salman, Putra Mahkota Arab Saudi, dikabarkan melakukan percakapan telepon dengan Presiden Rusia Vladimir Putin pada Selasa (19/8) lalu. Informasi ini didapatkan dari laporan Internationalmedia.co.id yang mengutip Al Arabiya dan Saudi Press Agency (SPA). Percakapan tersebut, menurut laporan, berfokus pada hasil pertemuan puncak antara Putin dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump di Alaska beberapa hari sebelumnya.
Dalam pembicaraan tersebut, Putin menjelaskan detail pertemuannya dengan Trump kepada Putra Mahkota Saudi. Lebih lanjut, Putin juga menyampaikan apresiasi atas dukungan Kerajaan Arab Saudi terhadap upaya perdamaian dan menyebutnya sebagai "posisi teguh" serta "upaya konstruktif". Menanggapi hal tersebut, Putra Mahkota menegaskan kembali komitmen Arab Saudi terhadap dialog diplomatik sebagai solusi atas berbagai konflik internasional.

Selain membahas hasil pertemuan Trump-Putin, kedua pemimpin juga membahas kerja sama bilateral antara Arab Saudi dan Rusia, serta bagaimana cara memperkuat hubungan tersebut. Pertemuan Trump dan Putin di Alaska sendiri berlangsung selama tiga jam dan berakhir tanpa kesepakatan konkret terkait Ukraina. Meskipun kedua pemimpin menyatakan optimisme dan peluang untuk mencapai kesepakatan, tidak ada pengumuman mengenai gencatan senjata di Ukraina. Pertemuan tersebut menjadi sorotan karena merupakan pertemuan pertama Putin di wilayah Barat sejak invasi ke Ukraina pada Februari 2022.
Misteri mengenai isi pembicaraan Trump dan Putin yang tidak diungkap secara detail pun menjadi pertanyaan besar. Trump hanya menyebut pertemuan tersebut "sangat produktif" dengan beberapa poin kesepakatan yang tidak dijelaskan secara rinci. Hal ini memicu spekulasi mengenai isi percakapan rahasia tersebut dan peran Arab Saudi di dalamnya. Percakapan telepon antara Putin dan Putra Mahkota Saudi pun semakin menambah intrik seputar pertemuan puncak tersebut.

