Internationalmedia.co.id melaporkan eksekusi mati seorang pria berusia 67 tahun, Kyle Bates, di Florida, Amerika Serikat. Bates dijatuhi hukuman mati pada 1983 atas pembunuhan Janet Renee White (24), seorang karyawan perusahaan asuransi. Kejadian tragis itu terjadi pada 1982, di mana White diserang dan ditikam hingga tewas di hutan dekat kantornya setelah pulang makan siang.
Bates dieksekusi dengan suntikan mematikan pada pukul 18.17 waktu setempat di Penjara Negara Bagian Florida. Eksekusi ini menandai eksekusi mati ke-29 di Amerika Serikat tahun ini, angka tertinggi sejak 2014. Dari 29 eksekusi tersebut, 24 dilakukan dengan suntikan mematikan, dua dengan regu tembak, dan tiga dengan metode hipoksia nitrogen, yang menuai kecaman dari PBB karena dianggap kejam dan tidak manusiawi.

Florida sendiri tercatat sebagai negara bagian dengan jumlah eksekusi terbanyak tahun ini, mencapai 10 kasus. Internationalmedia.co.id mencatat bahwa hukuman mati telah dihapuskan di 23 dari 50 negara bagian AS, sementara tiga negara bagian lainnya – California, Oregon, dan Pennsylvania – memberlakukan moratorium. Ironisnya, Presiden Donald Trump, pendukung hukuman mati, pernah menyerukan perluasan penggunaannya untuk kejahatan paling keji pada hari pertama masa jabatannya. Kasus Bates menjadi sorotan atas perdebatan panjang seputar hukuman mati di Amerika Serikat.

