Pernyataan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, yang mendukung gagasan ‘Israel Raya’ menuai kecaman keras dari Perdana Menteri Yordania, Jafar Hassan. Internationalmedia.co.id melaporkan, Hassan menyebut gagasan tersebut sebagai ilusi semata yang hanya akan memicu konflik tanpa akhir. Dalam pertemuan dengan mitranya dari Lebanon, Nawaf Salam, di Amman, Hassan dengan tegas menyatakan, "Kami mendengar tentang visi dan usulan yang menyiratkan perang abadi tanpa akhir, seperti ilusi Israel Raya yang dikhayalkan oleh politisi ekstremis di Israel."
Hassan menilai kebijakan ekstremis Israel telah mengisolasi dan mengepung negara tersebut. Ia menekankan bahwa dunia internasional dan kawasan tidak akan mentoleransi tindakan Israel. "Seluruh realitas menunjukkan kebijakan (Israel) yang memperdalam kebencian dan dendam akibat pembantaian yang terus berlanjut, dan masyarakat dunia serta kawasan ini tidak akan memaafkan mereka," tegas Hassan seperti dikutip kantor berita resmi Petra.

Konsep ‘Israel Raya’ sendiri merujuk pada interpretasi Alkitabiah wilayah kekuasaan Raja Salomo, yang mencakup wilayah Palestina saat ini, termasuk Jalur Gaza dan Tepi Barat, serta sebagian wilayah Yordania, Lebanon, dan Suriah modern. Kelompok ultra-nasionalis Israel selama ini memang menyerukan pendudukan wilayah-wilayah tersebut. Netanyahu sendiri, dalam wawancara dengan i24NEWS, secara terang-terangan menyatakan dukungannya terhadap visi ‘Israel Raya’ dan ambisinya untuk mencaplok sejumlah negara Arab. Pernyataan ini semakin memanaskan situasi politik di kawasan tersebut.

