Internationalmedia.co.id memberitakan rencana Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk bertemu kembali dengan Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky. Rencana pertemuan ini diungkapkan Trump menyusul pertemuan pertamanya dengan Putin di Anchorage, Alaska, yang dijadwalkan Jumat (15/8). Trump menyatakan kepada wartawan bahwa jika pertemuan pertama berjalan lancar, pertemuan kedua akan segera digelar. Ia bahkan ingin pertemuan tersebut melibatkan dirinya, Putin, dan Zelensky.
Pertemuan ini berisiko tinggi, mengingat upaya Trump untuk mengakhiri perang di Ukraina yang telah berlangsung hampir tiga setengah tahun. Desakan gencatan senjata dari Zelensky dan sekutu-sekutunya di Eropa kepada Partai Republik menjadi latar belakang rencana pertemuan ini. Kekhawatiran muncul karena meningkatnya serangan Rusia dan ketidakhadiran Zelensky dalam pertemuan Anchorage, menimbulkan spekulasi kemungkinan Trump dan Putin mencapai kesepakatan yang merugikan Ukraina.

Trump memberikan peringatan keras kepada Putin. Ia mengancam Rusia akan menghadapi "konsekuensi yang sangat berat" jika Putin menolak mengakhiri perang setelah pertemuan. Meskipun selama kampanye pemilihan presiden 2024 Trump berulang kali berjanji mengakhiri perang pada hari pertama masa jabatannya, kemajuan yang dicapai masih minim. Ancaman sanksi sekunder terhadap mitra dagang Rusia juga belum terealisasi, meskipun tenggat waktu telah lewat.
Terlepas dari itu, Trump mengklaim telah menjalin komunikasi yang baik dengan para pemimpin Eropa, termasuk Zelensky. Ia memberikan nilai 10 untuk komunikasi tersebut, menggambarkannya sebagai "sangat, sangat bersahabat". Pernyataan ini disampaikan Trump saat menjawab pertanyaan wartawan di sebuah acara seni di Kennedy Center, Washington. internationalmedia.co.id akan terus memantau perkembangan situasi ini.

