Berita duka menyelimuti dunia politik Kolombia. Internationalmedia.co.id melaporkan meninggalnya Miguel Uribe, kandidat calon presiden Kolombia, setelah berjuang melawan luka tembak di kepala yang dideritanya selama kampanye. Uribe, yang berusia 39 tahun, menghembuskan napas terakhirnya pada Senin (11/8), setelah sebelumnya mengalami pendarahan otak. Istri Uribe, Maria Claudia Tarazona, menyampaikan duka cita mendalam melalui unggahan Instagram, "Beristirahatlah dalam damai, cinta dalam hidupku. Terima kasih atas hidup yang penuh cinta."
Senator dari partai sayap kanan-tengah Centro Democrático ini ditembak dua kali di kepala dan kaki pada 7 Juni lalu saat menghadiri rapat umum di Bogota. Pelaku, seorang remaja berusia 15 tahun, telah ditangkap di tempat kejadian oleh pengawal Uribe. Meskipun sempat menunjukkan tanda-tanda pemulihan, kondisi Uribe memburuk setelah mengalami pendarahan otak baru pada Sabtu (9/8).

Kepergian Uribe meninggalkan duka mendalam bagi pendukungnya dan Partai Centro Democrático. Ia merupakan cucu mantan Presiden Julio Cesar Turbay dan telah menyatakan niatnya untuk maju dalam pemilihan presiden tahun depan. Otoritas Kolombia telah menangkap enam tersangka terkait serangan tersebut, termasuk seorang yang diduga sebagai dalang di balik penembakan, Jose Arteaga Hernandez alias "El Costeno". Jenazah Uribe disemayamkan untuk penghormatan terakhir hingga Rabu (13/8). Kasus ini kini tengah diselidiki lebih lanjut oleh pihak berwenang.

