Internationalmedia.co.id melaporkan, Hamas menegaskan pendiriannya: senjata mereka tak akan dilepas sebelum negara Palestina merdeka berdiri tegak. Pernyataan ini menjadi jawaban atas tuntutan utama Israel dalam negosiasi gencatan senjata di Gaza. Dilansir dari BBC, kelompok bersenjata Palestina itu membantah klaim utusan Timur Tengah Presiden AS Donald Trump, Steve Witkoff, yang menyebutkan Hamas ‘bersedia’ meletakkan senjata.
Israel menjadikan perlucutan senjata Hamas sebagai syarat utama perdamaian. Negosiasi tak langsung antara kedua pihak yang terhenti pekan lalu, berfokus pada gencatan senjata dan pembebasan sandera. Desakan melucuti senjata juga datang dari sejumlah negara Arab, menyusul rencana beberapa negara Barat untuk mengakui negara Palestina. Inggris bahkan menyatakan akan melakukannya jika Israel tak memenuhi syarat tertentu pada September mendatang.

Namun, Hamas—yang dianggap sebagai organisasi teroris oleh AS, Inggris, dan Uni Eropa—tegas menyatakan tak akan melepaskan hak perlawanan dan persenjataannya sebelum Palestina merdeka dan berdaulat penuh terbentuk, dengan Yerusalem sebagai ibu kotanya.
Sementara itu, Letnan Jenderal Eyal Zamir dari Pasukan Pertahanan Israel (IDF) memperingatkan konflik Gaza tak akan berakhir jika negosiasi pembebasan sandera yang ditawan Hamas gagal. Keluarga sandera, Evyatar David, mengeluarkan pernyataan mengecam Hamas setelah beredar video yang memperlihatkan sandera dalam kondisi kurus dan memprihatinkan. Mereka menuduh Hamas sengaja membuat sandera kelaparan untuk propaganda, dan mendesak pemerintah Israel dan AS untuk segera bertindak.
Witkoff sendiri telah mengunjungi Israel di tengah tekanan yang meningkat pada pemerintahan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu terkait memburuknya kondisi kemanusiaan di Gaza. PBB telah memperingatkan potensi kelaparan massal akibat situasi di Gaza, dengan angka korban tewas warga Palestina yang mencapai 1.373 jiwa sejak akhir Mei, mayoritas terbunuh oleh militer Israel. Israel sendiri membantah pembatasan pengiriman bantuan dan klaim adanya kelaparan.

