Berita mengejutkan datang dari Inggris. Internationalmedia.co.id melaporkan, Uskup Cherry Vann terpilih sebagai Uskup Agung Gereja di Wales, menandai tonggak sejarah bagi Gereja Anglikan. Ia bukan hanya perempuan pertama yang menduduki posisi tersebut, tetapi juga rohaniwati LGBT pertama yang memimpin gereja Anglikan di Inggris. Meskipun beberapa gereja Anglikan internasional sebelumnya telah memiliki uskup gay, Vann menjadi lesbian pertama yang menjabat sebagai Uskup Agung dalam skala global.
Church in Wales, yang memisahkan diri dari Gereja Inggris pada 1920, secara resmi memilih Vann pada Rabu (30/7) lalu. Perempuan yang ditahbiskan sebagai pendeta di Gereja Inggris sejak 1994 ini sebelumnya menjabat sebagai Archdeacon Rochdale di Inggris utara sebelum bertugas di Wales. Afiliasinya dengan Open Table Network, sebuah inisiatif Kristen yang mendukung komunitas LGBTQ+, semakin memperkuat catatan sejarahnya. Vann, menurut biografinya, hidup bersama pasangan sipilnya, Wendy, dan dua anjing mereka. Meskipun Church in Wales tidak menyelenggarakan pernikahan sesama jenis, gereja tersebut mengizinkan pendeta untuk menjalin kemitraan sipil.

Pengangkatan Vann terjadi setelah Uskup Agung sebelumnya, Andrew John, mengundurkan diri pada Juni 2025 menyusul laporan internal gereja yang menyoroti masalah tata kelola dan perlindungan. Vann, yang kini berusia 66 tahun, dalam pernyataannya berkomitmen untuk menangani isu-isu tersebut dengan serius. Ia berjanji untuk memastikan semua permasalahan yang muncul dalam enam bulan terakhir ditangani secara tepat. Langkah ini diharapkan dapat membawa perubahan signifikan dan membuka babak baru bagi Gereja Anglikan di Inggris.

