Internationalmedia.co.id melaporkan serangkaian peristiwa internasional yang mengguncang dunia. Krisis kemanusiaan di Gaza mencapai titik nadir, dengan hampir sepertiga penduduknya dilaporkan tidak makan berhari-hari. Laporan ini disampaikan oleh Program Pangan Dunia (WFP), badan bantuan pangan PBB, yang menggambarkan situasi tersebut sebagai "tingkat keputusasaan baru dan mencengangkan". Sementara itu, di Kuala Lumpur, ribuan demonstran turun ke jalan, menuntut Perdana Menteri Anwar Ibrahim mundur karena dianggap gagal memenuhi janji reformasi dan mengatasi lonjakan biaya hidup.
Situasi di Gaza semakin memburuk. WFP memperingatkan risiko kelaparan kritis di wilayah yang dilanda perang tanpa henti sejak Oktober 2023. Sekjen PBB, Antonio Guterres, mengecam keras komunitas internasional atas sikap acuh tak acuh terhadap tragedi kemanusiaan ini, menyebutnya sebagai "krisis moral yang menantang hati nurani global". Ironisnya, Israel kini dikabarkan akan mengizinkan bantuan kemanusiaan dikirim melalui udara, meskipun hal ini datang setelah kecaman internasional yang meluas atas penolakan bantuan sebelumnya. Langkah ini, menurut laporan, akan memungkinkan negara-negara seperti Uni Emirat Arab dan Yordania mengirimkan bantuan.

Di sisi lain, krisis politik juga melanda Malaysia. Aksi protes besar-besaran di Kuala Lumpur menandai gelombang penolakan pertama terhadap pemerintahan Anwar Ibrahim sejak ia berkuasa. Demonstran menuding Anwar gagal memenuhi janji-janji kampanyenya, terutama terkait perbaikan ekonomi dan penurunan biaya hidup. Situasi ini menimbulkan pertanyaan tentang stabilitas politik Malaysia di masa mendatang.
Di tengah krisis Gaza, Prancis mengumumkan rencana untuk mengakui negara Palestina pada September mendatang. Langkah ini mendapat dukungan dari Perdana Menteri Kanada, Mark Carney, yang secara terbuka mengkritik Israel atas penolakan bantuan kemanusiaan kepada warga sipil Gaza. Apakah Kanada akan mengikuti jejak Prancis? Dunia menunggu jawabannya. Peristiwa-peristiwa ini menunjukkan betapa kompleks dan saling terkaitnya tantangan global yang dihadapi saat ini.

