Jenazah Juliana Marins, pendaki Brasil yang meninggal di Gunung Rinjani, akhirnya tiba di tanah airnya. Internationalmedia.co.id mengabarkan kedatangan jenazah tersebut di Bandara Internasional Guarulhos, Sao Paulo, Selasa (1/7) sore waktu setempat. Proses pemulangan jenazah yang memakan waktu ini memicu spekulasi dan desakan autopsi ulang dari pihak keluarga.
Kejanggalan seputar kematian Juliana, yang berusia 26 tahun, mendorong keluarga untuk mengajukan permohonan autopsi ulang ke pengadilan federal Brasil. Permohonan tersebut dikabulkan. Menurut laporan media lokal Brasil, O Globo dan Folha de S Paulo, autopsi ulang akan dilakukan Rabu (2/7) pagi waktu setempat di Institut Medis Forensik Afranio Peixoto. Proses ini akan disaksikan perwakilan keluarga dan pakar dari Kepolisian Federal Brasil.

Surat keterangan kematian yang dikeluarkan Kedutaan Besar Brasil di Jakarta dinilai kurang konklusif mengenai waktu kematian Juliana. Hal ini menjadi salah satu alasan utama keluarga meminta autopsi ulang. Mereka juga ingin memastikan apakah ada kelalaian dari pihak berwenang Indonesia dalam memberikan pertolongan.
Juliana dilaporkan meninggal setelah jatuh ke jurang sedalam 600 meter di Gunung Rinjani pada Sabtu (21/6). Hasil autopsi sementara menunjukkan ia meninggal sekitar 20 menit setelah kecelakaan tersebut. Namun, detail lebih lanjut masih dibutuhkan untuk mengungkap seluruh misteri kematian pendaki muda tersebut. Autopsi ulang diharapkan dapat memberikan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang masih menggantung.
