Pernyataan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang membandingkan serangan bom AS ke situs nuklir Iran dengan bom atom di Hiroshima dan Nagasaki mengejutkan dunia. Internationalmedia.co.id melaporkan, hal ini disampaikan Trump dalam pertemuan KTT NATO di Belanda, seperti dikutip dari berbagai sumber berita internasional. Trump secara terang-terangan menyatakan bahwa bom yang digunakan AS memiliki efek serupa dengan bom atom yang mengakhiri Perang Dunia II.
"Saya tidak ingin menggunakan contoh Hiroshima. Saya tidak ingin menggunakan contoh Nagasaki, tetapi pada dasarnya itu adalah hal yang sama yang mengakhiri perang itu," ujar Trump. Ia mengklaim serangan tersebut bertujuan mencegah perang antara Iran dan Israel, mengatakan bahwa tanpa intervensi AS, konflik tersebut akan terus berlanjut. "Itu mengakhiri perang. Jika kita tidak menyingkirkannya, mereka akan berperang sekarang," tegasnya.

Trump juga menekankan bahwa serangan tersebut ditujukan untuk menghambat program nuklir Iran, menyatakan keyakinannya bahwa ambisi nuklir Iran kini telah terhenti. "Saya rasa mereka tidak akan melakukannya lagi," katanya, menambahkan bahwa Iran kini tengah menghadapi kesulitan dan tak lagi berminat untuk memperkaya uranium. Trump menambahkan bahwa pihaknya tengah menunggu laporan dari Israel terkait kerusakan yang ditimbulkan, yang diyakininya akan membuktikan kehancuran total fasilitas nuklir Iran.
Sebelumnya, pada Minggu (22/6), Trump mengumumkan melalui akun media sosialnya bahwa militer AS telah melancarkan serangan sukses terhadap tiga lokasi nuklir Iran, termasuk fasilitas pengayaan uranium bawah tanah di Fordow, Natanz, dan Esfahan. Ia menyatakan semua pesawat AS telah kembali dengan selamat setelah menjatuhkan muatan bom penuh di Fordow. Pernyataan Trump ini menimbulkan kontroversi dan kecaman internasional mengingat dampak kemanusiaan dari bom atom Hiroshima dan Nagasaki.
